Jalur Kereta Api di Kalimantan Hampir Selesai

Pembangunan jalur kereta api (KA) di Pulau Borneo hingga saat ini terus berjalan. Kini, semua jalur dari berbagai wilayah Kalimantan berhasil melewati feasibility study (FS) atau uji kelayakan. Sebagian lagi telah sampai pada tahap perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), trase, dan detail engineering design (DED).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulmafendi saat menjadi pembicara dalam seminar nasional gelaran Teknik Sipil Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kamis (4/5). Sebagai contoh, terang dia, jalur kereta api yang membentang dari perbatasan negara via Tanjung Redeb, Berau, menuju Lubuk Tutung, Kutim sepanjang 293 kilometer. Tercatat tahap FS rampung pada 2016.

Dia melanjutkan, proyek kereta api di Kaltim terbagi dalam tiga segmen yang saling terhubung. Pertama, Samarinda–Bontang–Sangatta. FS rampung tahun lalu. Kemudian, Balikpapan–Samarinda dalam tahap pra-desain 2004 dan 2006. Terakhir, Tanjung (Kalsel)– Tanah Grogot–Balikpapan. Sejak dua tahun lalu, FS dan trasenya telah selesai. Dilanjutkan DED dan Amdal pada 2016. (lihat grafis). Teranyar, tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian tengah melakukan survei investigasi dan rancangan dasar jalur kereta api antara Rantau – Martapura – Bandara Syamsuddin Noor – Banjarmasin di Kalsel.

“Perencanaan jalur kereta api trans Kalimantan menghubungkan antara ibu kota-ibu kota provinsi hampir selesai. Pada tahap awal pembangunannya, tahun ini akan diselesaikan trase Rantau – Banjarmasin,” tuturnya. Master plan jaringan jalur kereta api Kalimantan sendiri telah berjalan sejak 2000 silam. Kenyataannya, butuh waktu yang tidak singkat untuk dapat merealisasikan proyek ini. Zulma menuturkan, setiap wilayah atau segmen membutuhkan FS hingga trase yang cukup lama.

Namun, semua itu tak lagi jadi masalah. Karena seluruh segmen telah melewati masa FS. Pihaknya tinggal masuk realisasi pembangunan. “Semua FS sudah rampung, kami akan segera masuk dalam tahap berikutnya. Tapi, semua itu juga bergantung pada kemampuan pembiayaan daerah. Target belum tahu hanya berusaha gerak cepat,” ucapnya kepada Kaltim Post. Tentunya dana yang cukup besar berpengaruh pada kesinambungan progres proyek ini.

Zulma mengatakan, semua itu bergantung pada kemampuan daerah. “Selain APBN, pendanaan pembangunan infrastruktur dapat menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),” bebernya. Menurutnya, sejauh ini permasalahan utama di Kalimantan, yakni ketersediaan aksesibilitas dan transportasi. Terlebih, hambatan pembangunannya karena kondisi alam yang didominasi dengan lahan gambut dan hutan lindung.

Selain menjelaskan pembangunan jaringan jalur kereta api trans Kalimantan, Zulmafendi turut menjelaskan pembangunan Kereta Api Borneo (KAB) yang masuk jenis perkeretaapian khusus. Di mana hanya digunakan untuk menunjang kegiatan pokok badan usaha tertentu dan tidak digunakan untuk melayani masyarakat umum. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 5. Infrastruktur KAB menjadi solusi logistik untuk pengangkutan batu bara dari tambang ke kapal laut.

Terdapat jalur utara dari Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara menuju Lubuk Tutung, Kutai Timur sepanjang 217 km. Kemudian, jalur selatan dari dari Kutai Barat menuju Paser, Penajam Paser Utara (PPU) sampai Balikpapan. Jalur selatan tersebut memiliki panjang 203 kilometer. Dengan rencana nilai investasi sebesar USD 2.423,11 juta.

Nantinya hanya membutuhkan waktu pengiriman selama 12 jam termasuk bongkar muat. Tidak main-main, potensi angkutan batu bara bisa mencapai 8,921 juta ton. Terdiri dari coal area Barito Atas, Mahakam, Tengah, dan Kalimantan Selatan. “Modal Kereta Api menjadi salah satu alternatif transportasi untuk mobilitas orang dan barang. Bisa optimal bila terintegrasi dengan angkutan sungai yang menjadi angkutan dasar di Kalimantan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor ITK Mohammad Muntaha juga memaparkan analisis geologi dan geoteknik pada rencana pembangunan KAB. Ia mengungkapkan, dari tinjauan geologi wilayah Kalimantan cukup aman dari pengaruh gempa karena berada dalam lempeng Eurasia. Kemudian, struktur tanah di wilayah Kalimantan secara umum masuk kategori cukup baik.

Namun, untuk wilayah Kaltim didominasi topografi bergelombang. Dari kemiringan landau sampai curam. Ketinggian berkisar antara 0-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan kemiringan 60 persen. “Topografi wilayah Kalimantan cenderung bergelombang akan membutuhkan biaya yang lebih besar saat pembangunan. Permasalahan stabilitas lereng akibat pekerjaan galian dan timbunan itu yang membuat biaya konstruksi menjadi mahal,” tutupnya.(Sumber : kaltim.procal.co.id)

Hj Meiliana Melantik Tim Verifikasi MTQ Tahun 2017

SAMARINDA – Penyelenggaraan musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) harus bersih, sportif, berkualitas dan berprestasi.
Harapan itu diungkapkan Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Hj Meiliana pada Pelantikan Tim Pengawas/Verifikasi MTQ XXXIX Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2017.
Menurut dia, kesuksesan penyelenggaraan terlihat pada komitmen pemberdayaan putra daerah mengikuti musabaqah […] Continue Reading…

Gubernur Ajak Siswa dan Guru Nyanyi Indonesia Pusaka

SAMARINDA – “Tempat berlindung dihari tua, sampai akhir menutup mata”. Itulah bagian akhir lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan Paduan Suara Gita Bahana Borneo Binaan UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di halaman Kantor Gubernur, Selasa (2/5).
Setelah mendengar lagu nasional tersebut, tiba-tiba saja Gubernur Awang Faroek Ishak meminta kepada perwakilan siswa dan guru serta […] Continue Reading…

Rakor Pengelolaan LHKPN, Sosialisasi Peraturan KPK No.7 Tahun 2016

Samarinda : Rabu-Kamis, Tanggal 26 s/d 27 April 2017 bertempat Ruang Rapat Hotel Horison Jl. Imam Bonjol Samarinda telah diadakan Rakor Pengelolaan LHKPN, Sosialisasi Peraturan KPK No.7 Tahun 2016 tentang Tatacara Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Secara Elektronik (E-LHKPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara tersebut dihadiri oleh unsur Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur yaitu Biro Organisasi Setda Prov. […] Continue Reading…

Simulasi Pemadam Kebakaran Pada Peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional di Kantor Gubernur Kaltim

SAMARINDA – Tepat pukul 10.00 wita, sirine pemadam kebakaran nyaring terdengar ditelinga ratusan pegawai di Lingkungn Setprov Kaltim atau Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (26/4). Akibatnya, ratusan pegawai di lingkungan Kantor Gubernur bergegas keluar untuk menyelamatkan diri sesuai tempat yang telah disiapkan para petugas Pemadam Kebakaran (PMK), baik dari Pemkot Samarinda maupun Satpol PP Provinsi Kaltim.
Dari suara sirine tersebut akhirnya […] Continue Reading…