Pendapatan Kaltim Masih Bergantung Ekspor Migas

SAMARINDA – Kegiatan ekspor merupakan komponen terbesar sumber pendapatan Kaltim, khususnya ekspor minyak dan gas bumi (migas) serta batubara. Hal itu diungkapkan Sekretaris Provinsi Kaltim Dr H Rusmadi pada Rakor Bappeda se-Kaltim dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2018 di Balikpapan, Selasa (7/3).

Menurut Rusmadi, kontribusi kegiatan ekspor tersebut terhadap pergerakan ekonomi Kaltim mencapai 50 persen dari keseluruhan komponen pendapatan daerah.

“Kegiatan ekspor kita ini mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 50 persen,” kata Rusmadi.

Karenanya, saat ekspor Kaltim menurun drastis akibat kondisi ekonomi global, maka terjadi konstraksi (pertumbuhan ekonomi negatif) dalam dua tahun terakhir (2015-2016).

Utamanya terhadap dua komponen ekspor yakni migas dan batubara yang mengalami penurunan harga di tingkat dunia. Padahal ekonomi Kaltim sangat bergantung pada dua komponen tersebut.

Rusmadi menjelaskan berbeda dengan pertumbuhan ekonomi nasional (Indonesia) yang tetap terjaga karena hampir 50 persen ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga.

“Jadi kalau rumah tangga berpenghasilan cukup dan melakukan transaksi sehari-hari maka ekonomi terjaga. Namun konsumsi rumah tangga nasional berbeda dengan Kaltim yang tidak sampai 20 persen. Sisanya masih ditopang ekspor impor dan investasi,” ungkap Rusmadi.

Kedepan ujarnya, Pemprov terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui kegiatan pertanian dalam arti luas sebagai lokomotif ekonomi Kaltim dengan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam baru terbarukan.

Utamanya pengembangan subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, kelautan dan perikanan, peternakan dan perkebunan termasuk kehutanan (HTI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>