Category Archives: Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol

Gubernur Ajak Siswa dan Guru Nyanyi Indonesia Pusaka

SAMARINDA - Tempat berlindung dihari tua, sampai akhir menutup mata. Itulah bagian akhir lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan Paduan Suara Gita Bahana Borneo Binaan UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di halaman Kantor Gubernur, Selasa (2/5).

Setelah mendengar lagu nasional tersebut, tiba-tiba saja Gubernur Awang Faroek Ishak meminta kepada perwakilan siswa dan guru serta kepala sekolah yang mengikuti upacara untuk bernyanyi bersama lagu tersebut. Tentu ini terjadi diluar agenda protokol.

Menerima permintaan Gubernur tersebut, para siswa, guru dan kepala sekolah pun tak segan untuk tampil di hadapan Gubernur dan para undangan. Gubernur meminta para siswa, guru dan kepala sekolah dapat menyanyikan Indonesia Pusaka secara bergantian bait per bait.

“Lagu ini untuk para guru kita dan semua peserta upacara. Agar kita selalu memiliki semangat dalam menjaga kesatuan bangsa di daerah ini,” kata Gubernur.

Para siswa, guru, kepala sekolah dan peserta upacara pun larut dalam kebersamaan sembari menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Bahkan, anak Sekolah Luar Biasa (SLB) pun ikut bernyanyi

Simulasi Pemadam Kebakaran Pada Peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional di Kantor Gubernur Kaltim

SAMARINDA – Tepat pukul 10.00 wita, sirine pemadam kebakaran nyaring terdengar ditelinga ratusan pegawai di Lingkungn Setprov Kaltim atau Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (26/4). Akibatnya, ratusan pegawai di lingkungan Kantor Gubernur bergegas keluar untuk menyelamatkan diri sesuai tempat yang telah disiapkan para petugas Pemadam Kebakaran (PMK), baik dari Pemkot Samarinda maupun Satpol PP Provinsi Kaltim.

Dari suara sirine tersebut akhirnya seluruh pegawai di Lingkungan Kantor Gubernur berkumpul di Halaman Upacara Kantor Gubernur guna menyaksikan petugas PMK mengevakuasi korban yang tertinggal di dalam ruang lantai empat Kantor Gubernur Kaltim, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan pertama. Itulah simulasi kebakaran yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim bekerja sama dengan Biro Umum Setprov Kaltim dan Satpol PP Provinsi Kaltim dan PMK Kota Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim.

Kegiatan tersebut tidak lain guna menyukseskan peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional yang tahun ini digelar di Kantor Gubernur Kaltim. Kepala BPBD Kaltim Chairil Anwar didampingi Kepala Biro Umum Setprov Kaltim S Adiyat mengatakan simulasi tersebut tidak lain untuk menyadarkan masyarakat khususnya para pegawai untuk siaga ketika terjadi kebakaran.

“Kita harapkan para pegawai mengetahui bagaimana cara pencegahan ketika terjadi bencana contohnya kebakaran. Setidaknya sudah paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana khususnya kebakaran, baik ketika di ruang kerja maupun di tempat tinggal,” kata Chairil Anwar usai Simulasi Kebakaran di Kantor Gubernur Kaltim.

Mengkampanyekan kesiapsiagaan tersebut. Maka dilaksanakan simulasi kebakaran yang dipusatkan di Kantor Gubernur Kaltim.

Namun demikian, pencegahan dan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran bukan hanya pada saat simulasi, tetapi setiap hari wajib dilaksanakan oleh masyarakat khususnya pegawai.

“Kami bersyukur penyelenggaraan ini berjalan lancar dan para pegawai juga tertib mengikuti aturan yang telah kami sampaikan sebelum simulasi dilaksanakan,” jelasnya.

Kepala Biro Umum Setprov Kaltim H S Adiyat mengatakan program ini pertama kali dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltim. Meski simulasi tetapi diharapkan seluruh pegawai di Lingkungan Setprov Kaltim dapat memahami bagaimana cara mengatasi kejadian kebakaran di lingkungan sekitar khususnya di tempat kerja.

“Pelaksanaan ini bukan hanya dilaksanakan di Kaltim saja. Di Provinsi lain sebagian juga melaksanakan peringatan kesiapsiagaan. Dengan melaksanakan simulasi kebakaran di masing-masing Kantor Gubernur,” jelasnya.

Sekprov Tinjau UN SMA di Samarinda

SAMARINDA - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA dan MA yang dilaksanakan 10-13 April 2017 ditinjau Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi. Dua sekolah yang dikunjungi yaitu SMA Negeri 1 Samarinda di Jalan Kadrie Oening dan SMA Negeri 5 Samarinda di Jalan Ir H Juanda.

Rusmadi berharap penyelenggaraan UN SMA/MA berjalan sukses seperti halnya pelaksanaan UN SMK yang telah berlangsung sukses dan tertib. Sukses juga diharapkan terkait hasil ujian para siswa.

“Syukur alhamdulillah UN berlangsung tertib dan aman. Bahkan para siswa terlihat sangat lancar menggunakan sistem berbasis komputer ini,” kata Rusmadi usai peninjauan UN di SMA Negeri 5 Samarinda, Senin (10/4).

Rusmadi mengatakan peserta UN tampak dengan mudah mengerjakan soal maupun mengisi data peserta di komputer.  Dia  berharap kesuksesan penyelenggaraan yang terjadi di Samarinda juga dapat dialami di kabupaten dan kota seKaltim.

“Semoga pelaksanaan UN yang dimulai jenjang SMK kemudian dilanjut dengan SMA dan MA serta SMP/MTs serta jenjang lainnya berlangsung sukses dan lancar,” harap Rusmadi.

Menyinggung permasalahan sarana UNBK khususnya komputer, Pemprov Kaltim akan berupaya mendukung dan memfasilitasi agar penyelenggaraan UNBK di Kaltim semakin baik.

Tahun ini UNBK akan diikuti 22.886 peserta. Masing-masing untuk jenjang SMK digelar 3-6 April 2017, kemudian jenjang SMA dimulai pada 10-13 April 2017 dan untuk jenjang SMP sederajat dilaksanakan pada 2-8 Mei 2017.

Kota Bontang Tuan Rumah Raker Kehumasan 2017, Fokus Antisipasi Berita Hoax

SAMARINDA–Kota Bontang akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Kehumasan Kaltim 2017. Kegiatan ini akan dibuka Sekretaris Provinsi Kaltim Dr H Rusmadi, Rabu (29/3) dan mengangkat tema  “Peran Humas dalam Membangun Informasi Sehat bagi Masyarakat”.

Kepala Biro Humas Setprov Kaltim yang juga ketua panitia kegiatan ini, Tri Murti Rahayu mengatakan raker selama dua hari dibuka Sekprov Kaltim dan membahas upaya antisipasi informasi hoax atau berita bohong.

 “Raker ini untuk membangun komunikasi jajaran Humas kabupaten/kota dengan provinsi, sehingga mampu memberikan informasi tepat, akurat dan sehat kepada masyarakat, sekaligus menangkal informasi hoax,” katanya.

Kegiatan ini akan menghadirkan Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul dengan materi “Upaya Kepolisian Untuk Membendung  Berita Hoax dan Ancaman Bagi Pembuatnya”.

Pemateri lainnya ujar Tri, antara lain Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi dengan tajuk yang akan diangkat “Dewan Pers, Humas, dan Informasi Sehat Untuk Masyarakat”. Selain itu juga akan hadir Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet dengan materi Tantangan Kerjasama Internasional Kehumasan.

Tri menjelaskan keberadaan petugas Humas di lingkungan pemerintah kian diperhitungkan seiring dengan tantangan yang semakin kompleks terhadap tugas kehumasan.

Apalagi lanjutnya, akhir-akhir ini pemerintah bahkan sejumlah negara terus disibukkan dengan fenomena hoax yang banyak disebarkan melalui media sosial.

“Berkaca dari hal itu. Kami memandang perlu membahas masalah ini guna memperkuat peran Humas daerah khusunya di Kaltim untuk bersinergi menyampaikan  informasi akurat, tepat dan sehat  dari pemerintah kepada rakyat,” ungkap Tri Murti.

 

Pak Rusmadi Apresiasi Aksi GMS SKM Bersihkan Sungai

SAMARINDA - “Sungai Karang Mumus adalah masa kecil saya.” Itulah kalimat pertama yang diucapkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Dr H Rusmadi saat berkunjung ke pos Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMS SKM) di Jalan Abdul Muthalib, Sabtu (18/3). Kedatangannya untuk memberikan apresiasi kepada komunitas GMS SKM sebagai gerakan sosial pertama yang konsisten memungut sampah di sepanjang Sungai Karang Mumus.

Untuk memberikan dukungan kepada GMS SKM, Rusmadi juga menyerahkan bantuan satu unit perahu/ketinting lengkap dengan mesinnya. Perahu ini diharapkan dapat membantu kerja para relawan pemungut sampah di sungai.

“Saya sangat mengapresiasi aksi nyata komunitas GMS SKM yang memberikan perhatian besar terhadap sungai. Harus kita sadari, di sungai ada air dan air adalah lambang kehidupan. Tiada kehidupan tanpa air. Bahkan sebagian hidup saya ada di sini. Saya lahir dan besar  di Sungai Karang Mumus. Sungai  ini adalah masa kecil saya,“ ungkap Rusmadi.

Namun Rusmadi mengingatkan, agar gerakan memungut sampah ini bukan hanya menjadi tanggungjawab GMS SKM, tetapi harus menjadi tanggungjawab seluruh warga dengan cara tidak membuang sampah di aliran sungai, termasuk di Sungai Karang Mumus.

“Wajib bagi kita untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari kita jadikan ini sebuah gerakan bersama agar sungai kita menjadi bersih dan banjir di Samarinda perlahan juga bisa kita kurangi,” ajak Rusmadi. Dia sangat berharap agar gerakan ini bisa menginspirasi dan menyadarkan banyak orang untuk mencintai sungai, meski diakuinya edukasi tentang hal ini pasti tidak mudah.

Selain memberikan bantuan perahu ketinting bermesin, Sekprov Rusmadi juga melakukan penamaan pohon di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus (SKM).  Penanaman juga diikuti dengan penomoran pohon yang ditanam.

“Menomori pohon berarti ada konsekuensi untuk kita melindungi dan memeliharanya. Jadi dua hal tentang kehidupan ini yang penting, pertama adalah cinta kepada sungai dan yang kedua adalah cinta kepada pohon, dan ini mestinya menjadi emosi bagi seluruh msyarakat untuk mencintai air dan pohon sebagai sumber kehidupan,” seru Rusmadi lagi.

Penggiat GMS SKM, Misman mengutarakan bahwa program ini akan terus dilanjutkan. Mulai dari hal kecil hingga terus berlanjut. “Kami hargai apapun pendapat masyarakat. Yang jelas kami akan terus membersihkan sampah-sampah di sungai,” kata Misman.

Diungkapkan Misman, hal mendesak yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah armada pungut, sejenis ketinting. “Diperlukan banyak ketinting. Karena semakin banyak ketinting maka semakin mensejahterakan sungai dan semakin melibatkan banyak orang. Sekarang kami sudah memiliki 4 mesin dan 6 unit perahu. Idealnya 30 hingga 40 unit untuk 34,7 kilometer panjang Sungai Karang Mumus,” jelasnya.

Sementara tentang penanda pohon, Misman mengatakan akan memberdayakan relawan mahasiswa untuk mencatat pertumbuhan gerak pohon dan mencatat serta meneliti binatang apa saja yang masih hidup termasuk di sungai dan di pohon-pohon. “Jadi tidak hanya sungainya yang diselamatkan, tapi juga daratannya,” pungkas Misman