Category Archives: Biro Organisasi

Wujudkan Kinerja Profesional dalam Pelayanan Publik

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan, pejabat lingkup Kaltim maupun kabupaten/kota diminta melakukan peningkatan terhadap budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam peningkatan kinerja melayanan publik.

Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mampu menunjukan kinerja yang efektif, efisien, produktif, dan profesional dalam pelayanan publik, karena  tantangan  ke depan semakin berat. Tuntutan masyarakat juga semakin beragam. Makanya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus  bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk memberikan pelayan terbaik.

“Perubahan harus dilakukan mulai sekarang untuk menghasilkan kinerja terbaik pada masa mendatang, sesuai dengan kondisi sekarang seiring beragam tuntutan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mukmin Faisyal.

Mukmin juga meminta kepada seluruh pimpinan SKPD untuk terus melakukan pengawasan. Hal ini penting  dilakukan  guna meningkatkan semangat mewujudkan Kaltim sebagai Island of Integrity  dengan menghindari berbagai tindak penyimpangan.  Sehingga pada gilirannya diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Mukmin mengakui, memang saat ini ada sebagian ASN di lingkungan Pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten/kota yang tingkat kinerjanya bagus dan ada juga yang menurun.  Bagi yang sudah bagus harus bisa dipertahankan, semenetara yang belum baik harus segera ditingkatkan.

Meski setiap SKPD memiliki program yang bagus, tetapi jika tidak dilaksanakan dengan baik karena disiplin kerja kurang, maka semua itu tidak ada gunanya.  Sebab, bagaimana pun hebat dan pintarnya setiap pegawai, jika dia tidak disiplin, maka semua pekerjaan dipastikan tidak terlaksana dengan baik dan tepat waktu.

“Pelayanan yang lambat dan bertele-tele hanya akan mengganggu jalannya birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai membuat masyarakat marah, tetapi mari kita wujudkan pemerintah yang melayani, bersih dan berwibawa,” pinta Mukmin.

Kaltim Terbaik Kedua Nasional Dalam Pelayanan Publik

JAKARTA - Pemprov Kaltim kembali menerima penghargaan dari Ombusman Republik Indonesia (ORI), yakni meraih predikat terbaik kedua  nasional setelah  Provinsi Jawa Timur  terkait kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua ORI Amzulian Rifai  dan diterimaWakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP.

Penghargaan  tersebut diberikan kepada 16 kota, 16 kabupaten dan 13 provinsi se Indonesia. Kaltim menerima predikat kapatuhan tertinggi tingkat pelayanan publik dengan penilaian 54 katagori dan mampu meraih zona hijau (zona tinggi).

Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal mengatakan, keberhasilan memperoleh penghargaan nasional dalam hal pelayanan publik merupakan penilaian yang objektif dari ORI dan  tentunya menjadi motivasi bagi Kaltim untuk meningkatkan kinerja dan prestasi pelayanan publik.

“Penghargaan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik  yang diberikan ORI  merupakan suatu keberhasilan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam kinerja pelayanan publik,” kata Mukmin Faisyal, usai menerima penghargaan di Jakarta, Rabu (7/12).

Mukmin mengharapkan agar SKPD maupun kabupaten/kota dapat meningkatkan pelayanan publik, kalau bisa dipercepat jangan diperlambat, kalau bisa sehari jangan sampai berhari-hari, begitu pula dalam pelayanan berbagai bidang harus bisa cepat.

Asisten Pemerintahan Setdaprov Kaltim Dr Hj Meiliana mengatakan keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan khususnya dalam pelayanan publik merupakan  hasil kerja keras seluruh SKPD.

Keberhasilan dalam meraih penghargaan terbaik kedua nasional, merupakan hasil kinerja SKPD dan dukungan seluruh kabupaten/kota yang sudah berlomba-lomba memperbaiki kinerja dalam pelayanan publik, ini merupakan suatu gambaran bahwa ombusmen telah menilai bahwa Kaltim telah melakukan yang terbaik dalam pelayanan publik.

“Karena itu, keberhasilan  dalam pelayanan publik  harus dipertahankan dan bila perlu harus mampu ditingkatkan,” kata Meiliana

Peran Kawasan Industri di Kaltim Terus Diharap Untuk Mengembangkan Ekonomi

SAMARINDA – Resah dirasakan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi melihat industri-industri terus tumbuh berpusat di Jawa. Kaltim yang direncanakan pemprov untuk bertransformasi ekonomi ke arah industri terbarukan yang basisnya sumber daya alam (SDA), dikhawatirkan terganggu jika industri hilirisasi terus berada di Jawa. Peran kawasan industri di Kaltim terus diharap untuk mengembangkan ekonomi.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi mengatakan, meski ada pendapat bahwa melakukan pembangunan harus berdasar prinsip pertimbangan antara bencana atau keuntungan yang bakal dipetik di akhir cerita, Pemprov Kaltim sudah berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA). Jadi, peran kelapa sawit di Kaltim pasti diutamakan, meski memang ada pihak yang beranggapan sawit bisa merugikan. “Lagi pula, tak ada petani sawit yang kesulitan perekonomiannya. Itu artinya sawit tidak merugikan,” ujarnya, saat berpendapat di diskusi publik peringatan Hari Perkebunan ke-59, kemarin.

Dia menjelaskan, mimpi besar pemerintah terhadap peran kawasan industri KIPI Maloy di Kutim untuk mengembangkan ekonomi berbasis industri hilirisasi, jangan sampai tak terganggu. Disadari, pusat pembangunan industri masih terpusat di Jawa. Hilirisasi produk turunan kelapa sawit dari Kaltim mestinya bisa dipusatkan ke Kaltim.(sumber : kaltim.procal.co)

Alhamdulillah Jokowi Setuju Tol Samarinda-Bontang

DUA kali mengunjungi Balikpapan dalam kurun waktu delapan bulan terakhir, membuat Presiden Joko Widodo ingat betul apa saja program prioritas di Benua Etam. Bahkan, kali ini dia siap menambah megaproyek yang akan dibiayai negara. Yaitu, pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang.

“Baru dihitung ini (pembiayaannya) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Kalau sudah dapat jawaban, hari ini juga saya siapkan ke Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak). Tapi, belum ada jawabannya,” kata Jokowi, selepas meninjau penggunaan dana desa kegiatan Pembangunan Sarana Air Bersih di Desa Tani Bakti, Samboja, Kutai Kartanegara, kemarin (5/12).

“Baru dalam proses. Baru diminta tadi malam (Minggu) kok. Dan kita rapat dengan Jakarta dan diputuskan tadi pagi. Bahwa iya, bisa,” ungkapnya. Dikatakan, proyek ini akan melibatkan konsorsium. Presiden mengatakan, alasan dibangunnya Jalan Tol Samarinda-Bontang untuk mempercepat pembangunan. “Manfaatnya untuk rakyat. Sehingga bisa membuat harga sembako menjadi murah,” katanya.

Dia sekaligus memastikan, bahwa pembangunan kilang minyak tetap akan dibangun di Bontang. “Berkaitan soal kilang minyak dan zona pupuk. Tidak akan dipindah ke daerah lain tetap di Kaltim,” tegasnya.

Apa yang dikatakan Jokowi sekaligus menjawab kegusaran Awang Faroek yang kerap “menodongnya” dengan berbagai macam proyek di Kaltim.  Sehingga dia pun menyebut gubernur banyak maunya. “Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sudah klir. Tidak ada masalah. Pembebasan lahan sudah dibebaskan gubernur. Sekarang penyelesaiannya di kementerian. Konstruksi dikejar dalam dua tahun, akhir 2018 harus selesai,” katanya.

Sementara itu, Awang Faroek meminta agar pembangunan kilang tidak dipindah, tetap di Bontang. Karena, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyelesaikan urusan sertifikat lahan kilang. Khusus, Jalan Tol Samarinda-Bontang, dia menegaskan sangat layak secara ekonomi. (kaltim.procal.co)

Seribu Peserta Ikuti BIMP-EAGA IX 2016 di Kaltim

SAMARINDA- Provinsi Kaltim kembali dipercaya menjadi penyelenggara even olahraga yang sebelumnya di tingkat nasional, yakni PON XVII 2008 dan kini Kaltim kembali melaksanakan even olahraga tetap dengan skala Internasional, yaitu Brunai Indonesia Malaysia Philipina-East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Friendship Games IX 2016 yang dilaksanakan sejak 6-12 Desember 2016 di Samarinda, Kaltim.

Peserta dipastikan kurang lebih 1.000 atlet dan official yang diperkirakan hadir di Kaltim, tepatnya di Samarinda. Menjelang even tersebut, persiapan telah dilakukan Pemprov Kaltim, terutama terkait venue yang akan menjadi lokasi pertandingan para peserta.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie mengatakan peserta dipastikan 6 Desember 2016 sudah berada di Bumi Etam Kaltim. Pembukaan direncanakan Senin malam, 7 Desember 2016 di Convention Hall Samarinda.

Sedangkan Liaison Officer (LO) siap membantu para peserta sejak dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan hingga ke Samarinda. Begitu juga ketika peserta kembali ke daerah masing-masing, sejak dari Samarinda ke Balikpapan akan didampingi LO. Bahkan transportasi peserta dari bandara hingga ke Samarinda telah disiapkan atau difasilitasi panitia.

“Tanggal 6 Desember 2016 peserta sudah masuk ke Kaltim,” kata Fachruddin Djaprie di Kantor Dispora Kaltim, Kamis (1/12).

Fachruddin mengatakan dari kurang lebih 1.000 peserta terdiri dari 15 kontingen, yakni Brunai, Malaysia (Sabah, Serawak, Labuan), Philipina (Belawan dan Mindanao), Indonesia (Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar, Kaltara, Sulsel, Sulawesi Utara dan Maluku serta Australia (Darwin).

Cabor yang dilaksanakan, yakni tenis meja, panahan, atletik, volley pantai, futsal, takraw, basket, badminton, pencak silat, karate, tenis lapangan dan pertandingan eksibisi golf. “Peserta yang mengikuti usia maksimal 21 tahun,” jelasnya.

Terkait teknis pertandingan, Tim Aju telah berada di Kaltim, 1 Desember 2016 ini. Untuk mengetahui dan memantapkan persiapan pertandingan di masing-masing venue. Sedangkan technical meeting tidak serentak dilaksanakan, yaitu disesuai dengan panitia pelaksana di masing-masing cabang olahraga.

Selain itu, terkait dengan akomodasi peserta atau penginapan peserta selain diinapkan di Asrama Atlet di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, peserta juga telah menentukan tempat menginap di sejumlah hotel di Samarinda.

“Bahkan Philipina dan Australia sudah menetapkan hotel untuk kontingen mereka,” jelasnya.

Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturrahim antar lingkup satu rumpun di ASEAN. Sifatnya adalah persahabatan. Melalui kegiatan ini membangun hubungan yang baik antar Negara se ASEAN.

“Selain olahraga juga ada budaya yang ditampilkan dalam even tersebut yang dibawakan masing-masing peserta. Kegiatan direncanakan dibuka Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak selaku tuan rumah,” jelasnya