Category Archives: Biro Organisasi

NAIK PANGKAT SEBANYAK 321 PNS

LENSA PANGKAT (2)NAIK PANGKAT. Sebanyak 321 PNS Jumat (19/9) menerima kenaikan pangkat, terdiri dari pegawai pemerintah kabupaten/kota sebanyak 235 orang dan Pemprov Kaltim sebanyak 86 orang. Selain itu Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak juga menyerahkan sertifikat tanda lulus penyesuaian ijazah. (syaiful/humasprov kaltim)

Pelayanan Masyarakat akan Lebih Baik

Opening-Sekprov

Penyerahan SK Kenaikan Pangkat PNS se-Kaltim

SAMARINDA-Sebanyak 321 pegawai negeri sipil (PNS) pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Gubernur mengatakan, kenaikan pangkat adalah sebuah penghargaan atas kepercayaan, prestasi kerja dan pengabdian dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan yang diberikan kepada PNS yang bersangkutan.

”Kenaikan pangkat ini harus diartikan sebagai motivasi kepada PNS untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Namun penghargaan itu baru akan mempunyai arti apabila diberikan pada orang yang tepat dengan waktu yang tepat pula,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak dalam apel gabungan yang dirangkai dengan penyerahan SK Kenaikan Pangkat periode Oktober 2014 dan penyerahan sertifikat tanda lulus ujian penyesuaian ijazah PNS di halaman Kantor Gubernur, Jumat (19/9).

Setelah penyerahan SK Kenaikan Pangkat tersebut, Awang berharap agar para pegawai PNS di lingkungan Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim agar terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Melalui kenaikan pangkat ini, saya berharap pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik. Kenaikan pangkat ini harus jadi motivasi bagi pegawai untuk memberi kinerja lebih baik lagi,” sambungnya.

Sementara apresiasi diberikan Gubernur Awang Faroek Ishak kepada jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim yang berhasil melakukan percepatan secara signifikan dalam pelayanan di bidang kepegawaian, salah satunya dalam proses kenaikan pangkat pegawai. Proses yang cepat itu akan memberikan ketepatan waktu bagi pegawai untuk mendapatkan pembayaran besaran gaji baru sesuai dengan pangkat dan golongan yang baru.

Gubernur juga melihat banyak aspek lain dalam penyelenggaraan manajemen kepegawaian yang terus memberikan perubahan positif dan perbaikan secara gradual.

”Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengimplementasikan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 18/2010 tentang penetapan kenaikan pangkat berbasis Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian secara online (SAPK online), dengan harapan pelayanan kepegawaian pada semua aspek akan semakin cepat, transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor menambahkan, SK Kenaikan Pangkat yang diberikan Jumat kemarin merupakan SK untuk periode Oktober yang mampu dirampungkan lebih cepat sehingga pada Oktober nanti, para pegawai sudah dapat menikmati kesejahteraan dengan perhitungan pangkat dan golongan yang baru.

“SK Kenaikan Pangkat mampu kita selesaikan lebih cepat dari periode kenaikan pangkat yang seharusnya diberikan pada April dan Oktober,” ungkap Roby.

Secara rinci Roby juga menjelaskan tahun ini terdapat 321 PNS yang menerima kenaikan pangkat, terdiri dari pegawai pemerintah kabupaten/kota sebanyak 235 orang dan pegawai pemerintah provinsi sebanyak 86 orang.

Rinciannya, Samarinda 28 SK, Balikpapan 32 SK, Bontang 29 SK, Paser 7 SK, Penajam Paser Utara 7 SK, Kutai Kartanegara 79 SK, Kutai Timur 39 SK, Kutai Barat 24 SK, Berau 3 SK dan Mahakam Ulu 11 SK. Sementara untuk penerima sertifikat tanda lulus ujian penyesuaian ijazah diberikan kepada 117 PNS.

Sedangkan penyesuaian ijazah diberikan dengan maksud memberikan penghargaan kepada PNS yang memang benar-benar dengan kesungguhan hati berupaya menuntut ilmu, mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk mencapai pendidikan lebih tinggi tanpa mengurangi kinerja dan pengabdian sebagai PNS.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan kenaikan pangkat luar biasa kepada Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi oleh Gubernur Kaltim. (jay/sul/adv)

//Foto: PLT SEKPROV. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyalami Plt Sekprov Dr H Rusmadi yang naik pangkat IV-d. (syaiful/humasprov kaltim).

Disiplin Harus Jadi Budaya Pegawai

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menegaskan, kinerja pemerintahan yang baik hanya bisa diwujudkan jika setiap pegawai memiliki tingkat kedisiplinan yang baik. Selain penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kedisiplinan yang baik juga akan memberi dampak positif terhadap peningkatan pelayanan publik.

Sebab itulah, kata Wagub, berbagai upaya akan terus dilakukan demi peningkatan disiplin pegawai. Meski disiplin pegawai kini menunjukkan tren yang kian positif mencapai 90 persen hingga September 2014, namun komitmen untuk kedisiplinan tidak boleh pudar. Disiplin harus menjadi sikap mental dan budaya bagi seluruh pegawai.

“Kedisiplinan yang baik itu lahir dari ketulusan hati, bukan karena paksaan atau takut kepada pimpinan. Kalau kita tidak berani memulai dari sekarang, lalu kapan lagi. Kita harus berani memulai, apapun resikonya,” tegas Mukmin Faisyal saat memberi arahan pada pembukaan Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemprov Kaltim, di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (11/9).

Di hadapan sekitar seribu peserta rapat koordinasi yang terdiri dari para pejabat eselon II, III dan IV itu, Wagub Mukmin Faisyal memaparkan, membangun budaya disiplin itu akan terasa berat jika tidak dilandasi dengan hati yang tulus hati. Oleh karena itu, kunci awal kedisiplinan menurut mantan Ketua DPRD Kaltim itu adalah ketulusan hati.

Mukmin melanjutkan, sebagai pegawai negeri sipil, maka pengabdian kepada bangsa dan negara serta masyarakat adalah tugas yang mulia. Sebagai abdi negara, maka setiap pegawai negeri sipil sudah barang tentu akan terikat dengan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

“Untuk kinerja pemerintahan yang baik, maka pelaksanaan tanggung jawab itu harus dilakukan dengan disiplin yang dilandasi dengan ketulusan hati. Dengan begitu, maka kedisiplinan itu tidak akan pernah terasa berat. Nah, inilah yang harus kita gelorakan hingga menjadi budaya. Sehingga kedisiplinan itu lahir tidak karena terpaksa, tetapi murni karena kesadaran pegawai,” tegas Mukmin.

Mukmin juga mengingatkan, agar budaya disiplin ini berlaku untuk semua, tanpa terkecuali termasuk para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sebab ada kalanya, terjadi ketidakteraturan dalam satu instansi pemerintah, justru lahir karena sikap tidak disiplin yang dipertontonkan oleh pimpinan SKPD. “Para kepala SKPD harus menjadi contoh dan teladan di internal organisasi mereka. Bukan sebaliknya,” pesan Wagub.

Pemerintah lanjut Wagub, sudah mengatur sanksi dan hukuman bagi para pelanggar disiplin melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010. Oleh karena itu, maka setiap pegawai wajib mematuhi kedisiplinan dan penegakan hukum disiplin harus benar-benar ditegakkan. “Hukuman diberikan kepada para pelanggar agar yang bersangkutan menyesal dan tidak mengulang kesalahan-kesalahan berikutnya,” tandas Mukmin.

Secara jujur diakui Wagub, ada banyak kemajuan, namun masih ada dinas dengan kinerja kurang baik. Wagub pun akan berkeliling secara teratur untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor dinas setiap hari Senin, sekaligus untuk menjadi inspektur upacara. \

“Saya tidak akan beritahukan SKPD mana yang akan saya kunjungi. Ke mana hati saya, maka ke sana saya akan menuju. Ini sekaligus bentuk dari tugas saya selaku wakil gubernur untuk melakukan pengawasan secara intensif,” kata Mukmin.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor menyoroti lima masalah penting yang masih dihadapi. Yakni belum optimalnya penegakan hukum PNS, Sasaran Kerja Pegawai (SKP) baru mencapai 83 persen, belum semua SKPD melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan PNS (TPP), belum optimalnya budaya kerja dan belum optimalnya pemanfaatan Kartu PNS Elektronik).

“PNS itu sudah bersumpah untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang sudah diatur dalam ketentuan peraturan disiplin. Jika pegawai tidak sanggup, maka mereka akan dijatuhi sanksi hukuman disiplin,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim itu.

Selain masalah kedisiplinan dan penegakan hukum disiplin PNS, Roby juga menjelaskan PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS dan Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja PNS.

Setiap pimpinan harus memberikan penilaian atas kinerja setiap bawahan mereka. Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan pejabat penilai dengan proporsi Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dengan bobot 60 persen dan perilaku kerja pegawai dengan bobot 40 persen.

“SKP yang dinilai meliputi target kuantitas atau output, kualitas/mutu, waktu dan biaya yang disesuaikan dengan karakteristik, sifat dan jenis kegiatan pada setiap unit kerja. Sedangkan perilaku kerja yang dinilai meliputi orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan,” beber Roby.

Sedangkan upaya nyata yang dilakukan BKD untuk mendorong tingkat kedisiplinan pegawai diantaranya adalah dengan penerapan Sistem Absensi Online (SAO) diharapkan, sistem ini sudah akan bisa dioperasikan di semua SKPD pada akhir September ini.

SBY : MP3EI Merupakan Konsep Besar Membangun Indonesia

BALIKPAPAN – Pro-kontra penyetopan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) oleh pemerintahan mendatang, mendapat tanggapan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat bertandang ke Kaltim, kemarin (15/9).

Dalam lawatan terakhirnya sebagai kepala negara ke Benua Etam, SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Turut hadir para kepala daerah se-Kaltim dan Kaltara.
Acara  dan peresmian sejumlah proyek itu sempat molor. Sedianya dijadwalkan mulai pukul 10.35 Wita. Namun, baru terlaksana 40 menit kemudian. SBY menumpangi pesawat kepresidenan terbaru jenis Boeing Business Jet 2 seharga Rp 840 miliar. Rombongan baru tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMSS) di bawah langit cerah pukul 10.40 Wita. Disambut tarian adat khas Kaltim.
Sesampainya, kepala negara dua periode itu singgah sejenak di VVIP Room sebelum menuju lokasi groundbreaking dan peresmian di halaman terminal keberangkatan (area flyover).
Sebagai informasi, ada dua proyek yang di-groundbreaking, yakni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) serta tujuh proyek yang diresmikan bernilai Rp 10,28 triliun. Tak hanya itu, SBY juga meresmikan terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya.
Dalam sambutannya, SBY menegaskan MP3EI merupakan konsep besar membangun Indonesia. “Saya sampaikan, di samping memiliki RPJP (rencana pembangunan jangka panjang) setiap 25 tahun, RPJM (rencana pembangunan jangka menengah) selama lima tahun, dan rencana kerja pemerintah setiap tahun, diperlukan masterplan. Baik itu MP3EI maupun percepatan pengurangan kemiskinan,” ucap SBY.
Dia mengibaratkan, dua konsep itu adalah dual track dalam pembangunan nasional. “Ini bentuk berbuat nyata dalam menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia dan membangun seluruh daerah di Indonesia,” papar dia.
Pembiayaan MP3EI tak bisa banyak berharap APBN. Itu disadari benar Presiden SBY. Kata dia, jika hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan, keuangan negara jadi tak sehat. Maka sambungnya, dibutuhkan peran swasta untuk turut membangun.
SBY melanjutkan, untuk menuntaskan seluruh persoalan infrastruktur di negeri ini, dibutuhkan sedikitnya Rp 4.700 triliun. Dari mana memperolehnya?

Dalam konsep MP3EI, 15 persen dari APBN dan APBD, 25 persen BUMN dan BUMD, serta 40 persen investor diutamakan dari dalam negeri. Sementara sisanya, 20 persen berasal dari patungan pemerintah, BUMN, dan swasta.

“Hanya dengan itu pembangunan infrastruktur bisa berjalan. Itu mesti dipahami benar,” ucap dia.
Jika APBN terlalu banyak untuk membiayai infrastruktur, porsi sektor pembangunan lain seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lainnya menjadi sedikit. “Itu konsep besar, kebijakan, strategi, dan blue print MP3EI. Peran swasta sangat dibutuhkan,” sebutnya.
Dalam refleksi 3 tahun implementasi MP3EI, 5 September lalu, para kepala daerah juga berharap agar pembangunan tersebut tetap dijaga dan dilanjutkan. Bahkan SBY berbangga dengan laporan komprehensif pelaksanaan MP3EI yang disampaikan. “Kesimpulan pembangunan di enam koridor, berjalan sesuai rencana dan progresnya nyata,” ujar dia. “Ini berkat kerja keras semua pihak sehingga dilaksanakan sesuai harapan,” sambungnya.
Di luar MP3EI dan percepatan pengurangan kemiskinan, masa depan Indonesia ditentukan sumber daya manusia (SDM). “Tidak ada artinya SDA (sumber daya alam) melimpah, demografi baik, dan lokasi strategis bila SDM tidak unggul, maju, dan berdaya saing,” sebut dia. Makanya tambah dia, pembangunan ITK di Balikpapan dan ISBI di Kutai Kartanegara merupakan upaya meningkatkan pendidikan di Indonesia.
PUJI KEMEGAHAN SEPINGGAN
SBY memuji pembangunan Bandara Sepinggan yang diperluas menjadi 110 ribu meter persegi dan diperkirakan mampu menampung 10 juta penumpang per tahun. Dikatakan, Sepinggan bukan sekadar bandara, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.
It’s not only airport, tapi ini adalah centre of growth of economy and services (pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan, Red),” kata dia.
Diketahui, Sepinggan merupakan satu dari proyek MP3EI yang diresmikan SBY. Perluasan bandara yang menelan dana sekira Rp 2,1 triliun itu dipuji SBY.

“Arsitektur yang futuristik, ramah lingkungan, dan disatukan dengan ekonomi lain. Di samping megah dan indah, saya senang dengan kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan putra-putri terbaik bangsa,” katanya.

Di tengah perekonomian yang terus bertumbuh, katanya, transportasi menjadi sarana penting. “Infrastruktur transportasi yang baik membuat sebuah daerah dapat berlari dalam membangun,” ujarnya
Di akhir sambutan, SBY mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh rakyat Indonesia di Kaltim lantaran telah mendukung kerjanya selama hampir 10 tahun dia memimpin. “Kesempatan ini (terakhir) sekaligus sebagai perpisahan sebelum beralih ke kepemimpinan nasional yang baru,” katanya.
Selepas membubuhkan tanda tangan 11 prasasti, SBY meninjau pameran atau display proyek MP3EI yang diresmikan. Kemudian, berkeliling di bandara. SBY dan ibu negara pun menyempatkan menanam pohon ulin di halaman Gedung VVIP room. Kemudian dijamu santapan makan siang. Pukul 14.20 Wita, SBY beserta rombongan kembali ke Jakarta.
Ditambahkan, Menhub EE Mangindaan. Sangat wajar Bandara Sepinggan yang kini diberi nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan itu diperluas. Terlebih kata dia, bandara tersebut peringkat keempat penerbangan terpadat di Indonesia.
JADI LOKUS EKONOMI
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berharap proyek MP3EI bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai hal ini bisa menyinergikan berbagai pihak dalam mempercepat pembangunan.
“MP3EI telah memberikan kesempatan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik pemerintah baik BUMN maupun BUMD, hingga swasta untuk bersinergi dengan skema business not as usual,” ujarnya. Proyek MP3EI juga bisa memacu mengejar ketinggalan infrastruktur di luar Pulau Jawa sehingga bisa menjadi lokus ekonomi baru bagi Indonesia.
Faroek yakin Kaltim bisa menjadi kekuatan baru perekonomian regional maupun nasional. Di mana ditunjang SDA melimpah dan SDM yang mumpuni. Dari tujuh lokus dengan nilai investasi Rp 560,7 triliun yang ada di Kalimantan, terbukti Kaltim masih menjadi lokus ekonomi yang utama.
Beberapa proyek yang sedang dan akan dikerjakan, misalnya saja, Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU). Proyek ini dikerjakan provinsi khusus untuk bentang pendek. Sementara bentang panjang senilai sekira Rp 1 triliun didanai APBN dengan skema tahun jamak melalui Kementerian PU.
Faroek juga meminta bantuan dari APBN untuk mengerjakan satu jembatan pengganti jembatan Kukar yang runtuh. Tak lupa memohon dukungan untuk rencana pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU yang diprakarsai PT Waskita Karya dengan nilai investasi sekira Rp 5 triliun. “Kalau di Bali punya jembatan tol, insya Allah, di Kaltim juga akan ada jembatan tol atas laut, bahkan lebih panjang,” tambahnya.
Proyek strategis lainnya adalah pembangunan rel kereta api dari Muara Wahau-Lubuk Tutung (135 kilometer) sudah hampir rampung pembebasan lahannya. Tersisa 9 kilometer saja yang ditarget rampung tahun ini. Sementara pembangunan rel kereta dari Kutai Barat-PPU-Balikpapan sejauh 203 kilometer bekerja sama dengan Russian Railways juga masih tahap pembebasan lahan yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten kota. Investasi untuk proyek ini diperkirakan USD 1,7 triliun.
Sementara itu, proyek yang diresmikan Presiden SBY kemarin adalah 10 proyek di Kaltim dan 1 proyek di Jawa yakni terminal 2 Bandara Juanda senilai Rp 946 miliar yang melengkapi terminal yang sudah ada.
Proyek-proyek MP3EI di Kaltim tersebut adalah terminal baru Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Terminal penumpang yang awalnya seluas 12.433 meter persegi diperluas menjadi 110 ribu meter persegi dan dilengkapi 11 garbarata.
Juga, peresmian tiga bandara di perbatasan, yakni Long Bawan di Nunukan, Long Apung di Malinau, dan Datah Dawai di Mahakam Ulu dengan nilai investasi Rp 390 miliar. Tiga landasan pacu ini didanai sepenuhnya pemprov bersama TNI AU. Ketiga bandara itu dapat didarati pesawat seperti ATR, Fokker 50, Cassa 295 dan Hercules milik TNI-AU. Juga, akan sangat membantu masyarakat di perbatasan yang semuanya daerah terpencil.
Turut diresmikan PLTU Embalut Unit III kapasitas 110 Mw, PLTG Senipah 2×41 Mw dan PLTG Peaking 2 x 50 Mw. Ada juga peresmian 2 proyek migas, yakni Lapangan Gas Ruby dan Sisi Nubi 2B senilai Rp 13,6 triliun.

PENERBANGAN TAK TERGANGGU

Pada saat bersamaan, berdasar pantauan media ini, aktivitas di areal bandara tetap berjalan normal. Corporate Communication PT Angkasa Pura Pusat Handy Heryudhitiawan mengatakan, saat kedatangan maupun keberangkatan Presiden SBY tak sampai mengganggu penerbangan komersial.
“Hanya dilakukan penyesuaian. Kami terus berkoordinasi dengan TNI AU. Prosedurnya seperti itu,” ucap Handy. “Paling hanya sekira 15-20 menit setelah pesawat kepresidenan dipastikan aman, penerbangan lain kembali aktif,” sambungnya. Selama acara berlangsung, pintu keberangkatan yang awalnya di lantai 4 akan di pindah ke lantai dasar sama seperti pintu kedatangan. (Sumber : Kaltim Post)

MP3EI Memberi Perhatian Terhadap Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan rasa gembira dan optimistis sebab Pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 – 2025 memberi perhatian cukup serius bagi peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

“Saya sangat senang karena  pembangunan ekonomi nasional juga diarahkan ke Kaltim. Beberapa proyek penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim juga menjadi bagian dari rencana penting pembangunan ekonomi Nasional yang ditetapkan,” kata Awang Faroek.

Seperti diketahui, MP3EI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diarahkan agar pembangunan ekonomi Nasional dalam jangka panjang mampu menekan hambatan pembangunan (debottlenecking), percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Jika ketiga poin ini bisa dilakukan maka ekonomi akan tumbuh makin tinggi, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan kemiskinan akan dapat dikurangi.

Gubernur Awang mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kaltim 2013-2018 telah ditetapkan Visi “Kaltim Maju 2018” adalah “Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata Dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan”. Visi ini sangat selaras dengan tema pembangunan dalam rangka MP3EI Koridor III Kalimantan sebagai “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional”.

Dikatakan, Kaltim memegang posisi strategis dalam MP3EI Koridor III Kalimantan, baik dari penetapan lokus kegiatan ekonomi utama maupun jumlah dan nilai investasi yang tercatat. Dari 7 lokus yang terdapat dalam Koridor III Kalimantan, 4 lokus yaitu Lokus 1,2,3 dan 7 berada di Kaltim dengan 157 rencana investasi dengan nilai mencapai Rp.688,3 trilliun. Investasi ini terdiri dari Infrastruktur 43 proyek, Peternakan dan Perikanan Kelautan 20 proyek, Kelapa Sawit 36 proyek, Perkayuan/Hutan Tanaman Industri 16 proyek, Industri Gas dan Kondensat/Plantation dan Oleochemical 10 proyek, Pariwisata 4 proyek, Karet 2 proyek, Batubara 14 proyek dan Migas 10 proyek.

Besarnya nilai dan minat investasi ini selain didorong oleh keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, juga merupakan salah satu keberhasilan Kaltim dalam menciptakan iklim investasi berupa pelayanan prima bagi calon investor. Pada tahun 2010 Kaltim masuk di peringkat tiga Nasional sebagai provinsi paling kompetitif di bawah DKI Jakarta dan Jawa Timur, sedangkan di bawah Kaltim adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu, peminat investasi di Kaltim utamanya tertarik pada sektor pertanian, pertambangan, transportasi dan komunikasi, produk kimia dan hasil kayu.

Gubernur Awang Faroek meyakini, dengan terpacunya pertumbuhan ekonomi, maka pendapatan daerah dan kesejahteraan rakyat juga akan semakin membaik. Karena itu Gubernur menginstruksikan agar seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim agar mengarahkan program pembangunannya sesuai dengan program Nasional MP3EI dengan harapan, agar rakyat Kaltim bertambah maju dan sejahtera. (kaltimprov.go.id)