Category Archives: Biro Organisasi

Siagakan 150 Personel, MTQ Aman

SAMARINDA – Pemprov Kaltim menyiagakan 150 personel keamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Korpri III Tingkat Nasional 2016 di Mesjid Baitul Mutaqqien Islamic Center Samarinda.

Penyelenggaraan MTQ yang digelar sejak tanggal 11 hingga 21 November ini diikuti lebih dari 2.000 peserta dari 34 provinsi. Sehingga, Kaltim sebagai tuan rumah penyelenggara sudah seharusnya menjaga agar Kaltim tetap kondusif.

Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa memastikan jumlah personel keamanan yang dikerahkan tersebut akan diturunkan selama acara berlangsung hingga penutupan yang dilakukan di setiap pintu masuk, tempat parkir hingga ke pasar rakyat yang lokasinya bersebelahan dengan Islamic Center.

“Jumlah personel yang dikerahkan merupakan personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP kota dan Provinsi. Sejauh ini, situasinya masih kondusif dan penyelenggaraan tetap berjalan lancar. Kami akan tetap berupaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi para tamu yang hadir,” katanya.

Pasca teror bom di Samarinda beberapa waktu lalu, Gede Yusa mengatakan, bahwa permasalahan tersebut tidak mempengaruhi jalannya penyelenggaraan MTQ. Sehingga, untuk pengamanannya tidak diperlukan penambahan personel.

“Jumlah personel bakal ditambah jika kondisi di lapangan memang membutuhkan penambahan petugas. Namun, hingga saat ini, jumlah tersebut sudah cukup untuk memberikan keamanan hingga selesai penyelenggaraan,” katanya.

Gede Yusa mengimbau agar masyarakat  berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan MTQ.

“Kami harapkan masyarakat ikut berpartisipasi menyukseskan penyelanggaraan MTQ,” katanya.

Seminar Al-Qur’an MTQ III KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2016

Samarinda : Meramaikan rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri III Tingkat Nasional 2016 juga digelar seminar Alquran bertempat di ruang rapat serba guna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan menghadirkan nara sumber mantan Wakil Menteri Agama Prof Dr H Nazaruddin Umar dan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda Dr H Iskandar Z.M.Ag.

Seminar Alquran dengan tema “Revolusi Mental dalam Alquran” secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DP Korpri Dr H Zudan Arif Fakhrullah diwakili Karo Umum Sekjen DP Korpri Nasional Drs H Ghozali Amirsyah.

Ghozali Amirsyah mengatakan,  seminar Alquran merupakan momentum yang sangat tepat, diharapkan seminar ini dapat meningkatkan penghayatan dan pengamalan Alquran sehingga bisa diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelaksanaan seminar ini dapat dijadikan momentum untuk lebih mendalami dan memahami kitab suci Alquran, termasuk cara membaca yang benar bagi jajaran Korpri,” kata  Ghozali Amirsyah, Selasa (15/11).

Alquran sebagai kitab suci menurut dia, diturunkan menjadi tuntunan dan pegangan serta memiliki hikmah pendidikan karakter bagi umat manusia agar selamat dunia dan akhirat.

Karenanya, pendidikan karakter bangsa harus dimulai dan melibatkan agama sebab sangat seiring dengan pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak dan berbudi luhur.

Sesungguhnya penyelenggaraan MTQ dalam rangka meningkatkan pemahaman atas kandungan ayat-ayat suci Alquran, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang membaca dan mengamalkan Alquran.

MTQ Korpri ke-3 Nasional 2016 Dibuka

SAMARINDA – Pemukulan beduk menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai perhelatan akbar dua tahunan para abdi negara se-Indonesia.

Bertempat di halaman Masjid Baitul Muttaqien Komplek Islamic Center Kaltim, MTQ secara resmi dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus (DP) Korpri Nasional yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Dalam kesempatan itu, dia berharap MTQ dijadikan momentum untuk lebih mendalami dan memahami kitab suci Al Qur’an, termasuk cara membaca yang benar bagi jajaran Korpri.

“Anggota Korpri adalah pegawai negeri sipil (PNS) mayoritas beragama Islam. Saya mengajak mari secara terus menerus kita pelajari Al Qur’an warisan Nabi Muhammad SAW secara baik dan benar,” katanya, Minggu (13/11).

Al Qur’an sebagai kitab suci menurut dia, diturunkan menjadi tuntunan dan pegangan serta memiliki hikmah pendidikan karakter bagi umat manusia agar selamat dunia dan akhirat.

Karenanya, pendidikan karakter bangsa harus dimulai dan melibatkan agama sebab sangat seiring dengan pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak dan berbudi luhur.

“Agama mengajarkan agar kita berakhlak dan berbuat baik kepada orang lain. Demikian sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat maka pegawai harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” harap Bima Haria.

Sementara Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP  mengemukakan apresiasi Pemprov Kaltim atas dipercayanya Benua Etam sebagai tuan rumah MTQ nasional para abdi negara dan abdi masyarakat.

“Pemprov dan seluruh masyarakat Kaltim sangat mengapresiasi atas kepercayaan diselenggarakan MTQ nasional dan harus kita sukseskan, sehingga menghasilkan prestasi terbaik bagi peserta dan masyarakat,” ujar Mukmin Faisyal.

Perhelatan para abdi negara dan pelayan masyarakat ini diikuti 646 peserta, pelatih dan official dari  23 kementerian/lembaga dan 30 provinsi se-Indonesia dengan mempertandingkan lima cabang lomba.

Yakni, musabaqah tartil Qur’an, musabaqah tilawah Qur’an, musabaqah Hifzh Al Qur’an serta musabaqah dakwah Qu’ran serta musabaqah Khath Qur’an untuk putra dan putri.

Tampak hadir Sekretaris Provinsi Kaltim Dr H Rusmadi dan Ketua Penyelenggara MTQ Nasional Zudan Arief Fakhrullah serta ketua DP Korpri provinsi se-Indonesia.

MTQ digelar sejak 12-20 Nopember di Samarinda pada tiga tempat yakni Masjid Baitul Muttaqien, Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kaltim dan Ballroom Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim.

412 Pegawai Berau Diserahkan ke Pemprov

TANJUNG REDEB – Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan perubahan terhadap tata pemerintahan. Dengan diimplementasikan Undang-undang itu, banyak yang harus ditindaklanjuti baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk disinkronkan, karena adanya peralihan kewenangan dan pemetaan urusan pemerintah dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi.

Penerapan UU ini sendiri sudah mulai terlihat. Sebagian kewenangan yang kini beralih ke Pemprov Kaltim, telah dijalankan. Begitu pula dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru saja dibentuk dengan menghapuskan beberapa organisasi yang kewenangannya sudah di provinsi. Itu pun juga ditindaklanjuti dengan pelimpahan personil, prasarana, pendanaan dan dokumen (P3D) dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi.

Untuk di kabupaten Berau, tidak kurang 400 aparatur sipil negara (ASN) telah dipindahkan ke Pemprov Kaltim. Jumlah itu berasal dari beberapa organisasi di antaranya Dinas Pendidikan, untuk guru dari jenjang SMA dan SMK sebanyak 342 personil. Dari Dinas Kehutanan yang sepenuhnya dilimpahkan ke provinsi, sebanyak 62 personil. Demikian juga dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau, sebanyak 4 personil.

Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) sebanyak 1 personil yang adalah inspektur tambang. Serta dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) sebanyak 3 personil, yang merupakan petugas di Terminal Tipe B yang kewenangan pengelolaannya juga dialihkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk total personil aparatur sipil negara yang diserahkan ke pemerintah provinsi dari Berau saat ini sebanyak 412 personil dari 5 SKPD,” kata Bupati Berau Muharram.
Disampaikan Muharram, penyerahan personil ini sebelumnya telah melalui rapat pembahasan sejak beberapa bulan lalu. “Cukup banyak perubahan yang terjadi setelah keluarnya undang-undang ini. Belum lagi bicara soal kewenangan nantinya. Kita masih lihat perkembangannya,” pungkasnya.

(sumber ; http://www.korankaltim.com/412-pegawai-berau-digeser-pemprov)

Gubernur Kukuhkan Satgas Saber Pungli Kaltim

SAMARINDA – Sebagai tindaklanjut instruksi Presiden Joko Widodo, maka Gubernur Kaltim mengukuhkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

Satgas Saber Pungli dipimpin Irwasda Polda Kaltim dengan anggota sebanyak 45 orang dan bertindak selaku penanggungjawab Gubernur Kaltim dan Pembina terdiri Kapolda Kaltim, Pangdam VI Mulawarman serta Kepala Kejasaaan Tinggi Kaltim.

Usai acara, Gubernur Awang Faroek Ishak menjelaskan sudah tuntas tugasnya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden agar segera membentuk Satgas Saber Pungli di daerah khususnya tingkat provinsi.

“Pengukuhan ini bagian tindaklanjut instruksi Presiden dan selanjutnya satgas sudah dapat melaksanakan program Saber Pungli di daerah,” kata Awang di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (9/11).

Menurut dia, agar pemberantasan tindak pungli ini terlaksana dengan baik maka harus didukung seluruh pihak tidak terkecuali masyarakat dan insan pers.

Karenanya, masyarakat dan insan pers apabila ada menemukan indikasi tindak pungli agar segera melaporkan dan satgas akan melakukan investigasi.

“Jika benar laporan tersebut maka satgas akan melakukan tindakan dan pelakunya akan dikenakan sanksi sesuai tata aturan. Bagi pelapor harus mencantumkan identitas lengkap namun tetap akan dirahasiakan identitasnya,” ujar Awang.

Hadir dalam pengukuhan Satgas Saber Pungli Kaltim, Kapolda Kaltim  Irjen Polisi Syafaruddin dan Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang serta Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Abdoel Kadiroen.

Tampak pula pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim serta asisten dan staf ahli Gubernur Kaltim serta pimpinan instansi vertikal di Kaltim