Category Archives: Biro Sosial

Jamaah Kaltim Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

SAMARINDA - Ibadah haji tahun ini diprediksi berlangsung berat. Arab Saudi tengah menghadapi cuaca ekstrem. Saat pagi dan malam suhu berkisar 33 derajat celsius, sementara siang di atas 50 derajat celsius. Suhu superpanas itu jika tak diantisipasi bisa membahayakan keselamatan jamaah haji asal Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil), Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim, Saifi, membenarkan kondisi cuaca di Tanah Suci sekarang sangat ekstrem. Sehingga perlu persiapan fisik prima dari para jamaah. Pun begitu, demi menghadapi kondisi buruk cuaca, jamaah haji sudah sejak lama dibekali pelbagai persiapan khusus. Seperti anjuran olahraga rutin, membawa obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan, kompres air dingin, serta payung untuk mengurangi paparan panas matahari di Arab Saudi. “Sampai hari ini (kemarin) infonya sudah mencapai 50 derajat celsius,” terang Saifi, kemarin (8/8).

Selain persiapan fisik dan atribut tambahan, jamaah juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mereka dianjurkan untuk lebih banyak menjalankan ibadah di dalam masjid atau hotel. Termasuk menyiasati agenda ibadah wajib dan sunah. Seperti, tetap berada di dalam masjid antara waktu salat Zuhur hingga Asar. Dilanjutkan berada di masjid antara waktu salat Magrib hingga Isya. “Sudah diingatkan kepada jamaah agar meminimalisasi aktivitas di luar gedung karena cuaca sangat panas,” ucap dia.

Meski begitu, ia menyatakan belum ada kekhawatiran cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi jamaah. Sebab, kondisi itu, sudah dipersiapkan secara matang oleh panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Kaltim di Arab Saudi. Total ada 60 petugas yang mendampingi jamaah asal Kaltim. Sebanyak 36 di antaranya merupakan tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat.

Bahkan, lanjut dia, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khusus jamaah lanjut usia (lansia), diberikan perlakuan khusus. Jamaah boleh didampingi oleh mahramnya yang sebelumnya terpisah untuk bergabung dalam satu rombongan. “Totalnya ada 46 jamaah haji Kaltim kategori lansia. Mereka didampingi oleh mahramnya masing-masing sebanyak 26 orang. Jadi, yang sebelumnya terpisah bisa dilakukan pendampingan ekstra agar ibadahnya lancar,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan lokasi pemondokan haji jamaah asal Kaltim di Madinah tidak terlalu jauh. Jaraknya dari Masjid Nabawi hanya sekitar 500 meter. Dan bisa ditempuh dari hotel ke masjid dengan jalan kaki atau bus yang tersedia selama 24 jam nonstop. Adapun pemondokan di Makkah, jamaah Kaltim terkonsentrasi di Raudhah, Mahbas Jin, Aziziah, dan Syisyah. Rata-rata jarak dari pemondokan ke Masjidilharam antara 1,5-3,5 kilometer. Jamaah bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan bus yang sudah disediakan di tiap hotel atau terminal terdekat. “Di Makkah ada bus yang 24 jam berputar dan mengantar jamaah ke Masjidilharam,” jelasnya.

Setiawati Aini Asna, jamaah haji asal Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut, meski kondisi cuaca ekstrem menerjang Arab Saudi, dia mengaku tak gentar. Sebab, saban hari sejumlah persiapan sudah dia lakukan. “Sudah ada manasik haji, dan saya rutin olahraga lari pagi sejak satu bulan lalu. Insya Allah siap untuk ibadah haji,” sebut Aini yang berangkat haji didampingi suami dan kakaknya.

Selain menjaga kondisi fisik tetap prima, ia juga mengaku, menyiapkan obat-obat pribadi, khususnya vitamin kompleks agar daya tahan tubuh dapat terus terjaga. Bahkan, ia juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. “Apalagi saat wukuf kondisi fisik harus prima. Ini ibadah haji pertama saya, jadi harus maksimal sampai selesai,” terangnya. (sumber : www.kaltimpost.co.id)

PRESIDEN JOKOWI BUKA SECARA RESMI MTQ TINGKAT NASIONAL KE-XXVI DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

UntitledMATARAM, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI di Islamic Centre Nusa Tenggara Barat Kota Mataram, Sabtu (30/7/2016) malam.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sebagai negeri dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, MTQ harus menjadi budaya yang terus dilestarikan. MTQ harus mampu membumikan Al-Qu’an sehingga lebih dipahami dan dilaksanakan masyarakat kita.
Presiden Jokowi pun berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan utama dalam kehidupan.
Jokowi menilai, Islam di Indonesia bisa menjadi pusat pembelajaran bagi kaum Muslim diseluruh dunia. Dengan mengucap ”Bismillah” MTQ Nasional ke-26 saya buka, sembari memukul gendang ”beleq” bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (Muhammad Zainul Majdi) dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahakan, peserta MTQ Nasional XXVI harus mengutamakan kejujuran dalam meraih prestasi, Kafilah dari 34 Provinsi sudah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. Prestasi bukan segala-galanya, kata Lukman.
Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI ini berlangsung selama
10 hari dari tanggal 29 Juli s/d 7 Agustus 2016 diikuti oleh 1.193 orang peserta dari 34 Provinsi.
Kafilah Kalimantan Timur mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Adapun yang dipertandingkan dalam perhelatan MTQ XXVI ini sebanyak 17 Cabang lomba ditempat yang berbeda-beda, yaitu :
1. Arena Utama (Masjid Agung Praya)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak-Anak dan Remaja
2. Arena Utama (ASTAKA Islamic Centre Mataram)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Dewasa dan Qira’at Sab’ah
3. Aula Rinjani (Gedung BKD Prov. NTB)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Tartil dan Cacat Netra (Canet)
4. Bencingan Lombok Barat
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan 1 Juz, 5 Juz dan Tilawah
5. Pondok Pesantren Al-Aziziyah
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan 10 Juz dan 20 Juz
6. Gedung Sangkareang
– Golongan Bahasa Indonesia dan Inggis
7. Aula Bank Indonesia
– Cabang Fahmil Al-Qur’an
8. Gedung Graha Bhakti Praja
– Cabang Khath Al-Qur’an (Kaligrafi)
9. Gedung Irigasi Dinas PU Provinsi NTB
– Cabang MMQ (Musabaqah Makalah Al-Qur’an)
10. MAN 2 Mataram
– Cabang Syarhil Qur’an (MSYQ)
11. Gedung Taman Budaya
– Cabang 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab

Di akhir penghujung acara, para peserta dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat disuguhkan dengan hiburan atraksi tarian kolosal dan penampilan artis ibukota Bimbo dkk dibawah asuhan Purwacaraka Orkestra. (arby)

PELEPASAN KAFILAH MTQ KALTIM UNTUK MENGIKUTI MTQ TINGKAT NASIONAL KE-XXVI DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

SAMARINDA, Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov. Kaltim (H. Bere Ali) melepas Kafilah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti ajang MTQ Tingkat Nasional ke-XXVI yang akan berlangsung di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dari tanggal 29 Juli 2016 s/d 7 Agustus 2016 bertempat di Ruang Rapat Tepian I lantai II Kantor Gubernur Kaltim.
Dalam keempatan ini, Provinsi Kalimantan Timur mengirim rombongan kafilah yang dipimpin oleh H. Bere Ali yang juga merangkap selaku Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Timur ini seluruhnya berjumlah 93 orang, terdiri dari :43 orang peserta, 20 orang Official, 10 orang pelatih dan 20 orang pendamping secara resmi dilepas oleh Asisten Kesra Setprov. Kaltim didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur (H. Saifi), dan Kepala Biro Sosial Setprov. Kaltim (H. Syafrian Hasani) pada Rabu, 27/7/2016.
Sebelum keberangkatan, para peserta yang akan bertanding terlebih dahulu melaksanakan Pemusatan Latihan (Training Centre) di Masjid Islamic Centre Samarinda selama kurang lebih 7 hari guna untuk mematangkan dan mengasah kemampuan para peserta yang dibimbing langsung oleh para pelatih yang berpengalaman dibidangnya masing-masing cabang lomba sebelum diberangkatkan.
Para peserta yang akan mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-XXVI ini adalah para juara terbaik Pertama pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke-XXXVIII yang baru saja diselenggarakan di Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Mei 2016 kemarin.
Adapun cabang lomba yang akan diikuti oleh kafilah Provinsi Kalimantan Timur di MTQ Tingkat Nasional ini antara lain :
1. Cabang Tilawah Al-Qur’an Anak-Anak dan Remaja;
2. Cabang Tilawah Al-Qur’an Dewasa dan Qira’at Sab’ah;
3. Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Tartil dan Cacat Netra (Canet);
4. Cabang Golongan 1 Juz dan Tilawah;
5. Cabang Golongan 5 Juz dan Tilawah;
6. Cabang Golongan 10 Juz;
7. Cabang Golongan 20 Juz;
8. Cabang Golongan 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab;
9. Cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris;
10. Cabang Fahmil Qur’an
11. Cabang Syarhil Qur’an
12. Cabang MMQ (Musabaqah Makalah Qur’an) dan
13. Cabang MKQ (Musabaqah Khatil Qur’an)

Diakhir sambutannya, H. Bere Ali berpesan agar para kafilah Provinsi Kalimantan Timur yang akan bertanding senantiasa memanjatkan do’a, menjaga kekompakan, kebersamaan dan kondisi kesehatan agar dapat menjalankan tugas dan amanah sebaik-baiknya demi membawa nama baik serta meningkatkan prestasi di kancah nasional. (arby)

Pemprov Kaltim tidak Bedakan Sekolah Umum dan Sekolah Agama

SAMARINDA - Pemprov Kaltim berkomitmen untuk membangun pendidikan dengan tidak mengenal perbedaan. Pendidikan konvensional di sekolah umum maupun pendidikan berbasis keagamaan di madrasah sama-sama mendapat perhatian dan dukungan.

Hal itu dikatakan Gubernur pada acara Safari Ramadan bersama dengan keluarga besar Madrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) Model Samarinda dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Samarinda, Kamis (30/6).

Pemprov Kaltim ujar Gubernur memiliki program-program prioritas dalam meningkatkan kualitas SDM dan apa yang diusahakan Pemprov Kaltim itu sangat sejalan dengan arah pembangunan pendidikan yang diprogramkan oleh Kementerian Agama. Sehubungan dengan itu, Pemprov Kaltim bersama Kementerian  Agama akan mendirikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Bertaraf Internasional di lokasi eks Islamic Center Subulussalam Jalan Pangeran Suryanata Samarinda.

“Kita patut berbangga dan berbahagia, karena Madrasah Aliyah bertaraf internasional yang akan dibangun di Samarinda itu merupakan satu dari lima madrasah yang akan dibangun pemerintah. Yaitu di Riau, DI Yogyakarta, Kaltim, Kalsel dan Sulsel,” kata Awang Faroek

Tujuan pendirian Madrasah Aliyah bertaraf internasional, lanjut Awang Faroek adalah untuk memadukan dan penyamaan sains dan teknologi dengan ilmu agama. Perbedaan Madrasah Aliyah bertaraf internasional dengan Madrasah Aliyah biasa adalah seluruh siswanya akan diasramakan.

“Selain itu, siswa juga diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa harian, serta diwajibkan fasih membaca Al-Quran dan membaca teks Kitab Kuning yang biasa dipelajari di pesantren,” kata Awang Faroek.

Ramadan Pemprov Selurkan Bansos Terencana Rp3,7 Miliar

SAMARINDA- Sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam momentum bulan suci Ramadan untuk menyalurkan bantuan sosial. Ramadan 1437 Hijriah tahun ini pun pemprov kembali menyalurkan bantuan sosial terencana kepada lembaga panti, penyandang disabilitas, veteran dan janda veteran di seluruh Kaltim yang jumlahnya mencapai Rp3.738.615.000. “Jumlah tersebut disalurkan sebesar Rp975.000.000 untuk 1.500 penyandang disabilitas yang tersebar pada 9 kabupaten/kota di Kaltim, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kemudian bantuan sosial sebesar Rp403,000.000 disalurkan kepada 248 anggota veteran RI yang tersebar di 9 kabupaten/kota kecuali kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), serta penyaluran bantuan sosial sebesar Rp672.100.000 untuk 517 janda veteran RI,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada acara penyerahan santunan penyandang disabilitas, yang diselenggarakan di gedung Olah Bebaya, Kamis (23/6) lalu. Selain itu lanjutnya, bantuan sosial terencana sebesar Rp1.623.515.000 disalurkan kepada 91 Panti Asuhan yang tersebar pada 9 kabupaten/kota dengan jumlah 5.323 anak asuh. Kemudian bantuan sosial sebesar Rp65.000.000.000 untuk 3 panti/organisasi lanjut usia (lansia) yang ada di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. “Untuk itu kita patut bersyukur karena pada tahun ini Pemprov Kaltim dapat memberikan Bansos terencana melalui proses pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2016. Bantuan ini dialokasikan kepada individu, keluarga, atau masyarakat serta lembaga non-pemerintah yang sudah jelas nama, alamat penerima dan besarannya pada saat penyusunan APBD,” u jarnya. Meskipun dalam jumlah terbatas, kata Awang Faroek, Pemprov Kaltim berupaya untuk menyalurkan bantuan sosial terencana kepada mereka yang berhak menerimanya. “Diharapkan bantuan sosial terencana yang diberikan baik itu untuk lembaga panti asuhan, penyandang disabilitas, veteran dan janda veteran bisa menjadi berkah dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, hingga nanti pada saat Idul Fitri, kita bersama-sama dapat merayakannya dengan gembira dan bahagia,” kata Awang Faroek.