Category Archives: Biro Sosial

Toleransi Agama Harus Tetap Dipelihara

SAMARINDA- Perayaan Natal 2016 di seluruh wilayah Kaltim berjalan aman dan lancar penuh khidmat, hal itu berkat  terpeliharanya kondisi keamanan yang kondusif oleh seluruh lapisan masyarakat Kaltim.

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan kondisi keamanan yang kondusif seperti sekarang ini harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan selalu menjaga  persatuan dan kesatuan, menjaga  kebersamaan, melaksanakan toleransi antar agama, maupun menjaga kekompakan antar suku.

“Oleh karena itu, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama, dan diminta seluruh agama hilangkanlah pemikiran-pemikiran yang radikal, yang menjadi bibit-bibit didalam tindakan anarkis yang terjadi diseluruh dunia,” pesan Awang Faroek Ishak pada acara Ibadah Natal Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat ( GPIB) Jemaat Immanuel Samarinda, di GOR Segiri Samarinda, Rabu (28/12).

Dikatakan ibadah Natal 2016 dapat dijadikan momentum lahirnya persatuan bangsa, khususnya persatuan di daerah Kaltim, dengan tetap menjaga  dan memelihara spirit Bhinneka Tunggal Ika serta memperkuat persaudaraan dan cinta tanah air.

Gubernur juga meminta seluruh jemaat GPIB,  untuk  menghormati dan melaksanakan  empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI (negara kesatuan republik Indonesia) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Apabila kita mengamalkan empat pilar kehidupan berbangasa dan bernegara ini didalam kehidupan sehari-hari, perdamaian sejati dan kecintaan kita kepada bangsa akan terjadi,” kata Awang Faroek.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Kaltum untuk tetap bekerja keras, bahu membahu, dan tumbuhkan sikap solidaritas, bergotong royong untuk bersama-sama pemerintah membangun daerah, untuk menjadikan Kaltim yang maju,  mandiri dan penuh kepribadian.

“Saya mengajak kembali bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia khususnya Kaltim itu bersaudara, karena itu diajak bersama-sama untuk terus saling melindungi, saling membantu  serta saling menghormati dengan meningkatkan kerukunan umat beragama,” pesan Awang Faroek.

Peringatan Maulid Nabi SAW, Momentum Bersama Ciptakan Kedamaian Daerah

SAMARINDA – Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat meningkatkan semangat penduduk Indonesia khususnya Kaltim untuk menciptakan kedamaian daerah. Artinya, semua lapisan masyarakat diminta untuk terus menjaga stabilitas keamanan daerah.

Hal ini diperlukan agar terwujud harmonisasi antara umat beragama. Karena itu, kerukunan antarumat beragama harus terus ditingkatkan, sehingga kedamaian daerah dapat tercipta dengan baik dan penuh keharmonisan.

“Kita berharap momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat membangun semangat penduduk di Kaltim untuk saling menghargai, sehingga tercipta kedamaian daerah,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Bere Ali mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim, Senin malam (26/12).

Kedamaian akan tercipta jika toleransi antarumat beragama berjalan baik. Dengan begitu, daerah ini betul-betul menjadi daerah yang damai dan rakyatnya sejahtera. Adanya kedamaian dan sejahtera, maka semua orang merasa aman tinggal di daerah ini.

Apalagi, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), Kaltim merupakan daerah yang indek kebahagian penduduknya tinggi di Indonesia. “Kita harap kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera terus terjaga dengan baik. Karena itu, melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat meningkatkan kebersamaan antarpemeluk agama. Karena, sesuai ajaran Rasulullah, Islam adalah agama yang damai dan saling menghargai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Yayasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim menghadirkan penceramah asal Jakarta yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnain.

Dalam ceramahnya, Tengku Zulkarnain mengajak agar masyarakat Indonesia khususnya Kaltim terus mengikuti perintah Allah SWT dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya, terutama bagi umat muslim diharapkan dapat terus mengagungkan Nabi Muhammad SAW,  karena tidak ada nabi setelah Muhammad.

“Saya minta seluruh penduduk tidak percaya dengan ajaran-ajaran sesat. Karena teladan kita adalah Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang patut diikuti. Sehingga jika ada yang mengaku nabi, maka itu bukanlah nabi sesungguhnya. Mereka itu sesat,” jelasnya

Selipkan Pesan Kembali Meneladani Rasulullah

PROKAL.CO, Seluruh umat muslim larut dalam momen memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang jatuh pada Senin (12/12). Beragam cara dilakukan untuk memaknai momen maulid nabi terakhir umat muslim itu.

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kaltim menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Damanhuri, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, kemarin. Ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Tercatat ada 600 takmir dan imam masjid seantero Samarinda yang hadir.

Beberapa tokoh masyarakat Kaltim pun turut andil. Di antaranya, mantan Bupati Kutim Isran Noor dan mantan wakil gubernur Kaltim Farid Wadjdy. Menariknya, dalam acara tersebut, panitia membagikan puluhan doorprize menarik sepanjang kegiatan.

Ketua  panitia Mansyah HB menerangkan, kegiatan tersebut mengusung silaturahmi antara ulama dan para takmir. Diketahui, ini adalah kali pertama digelar. “Saya berharap tahun depan dapat dilakukan lagi, karena bermanfaat untuk umat muslim dalam meresapi sosok Rasulullah,” ujarnya, kemarin (12/12).

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Kaltim Hamri Has. Dia mengatakan, tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad SAW memang bermanfaat bagi umat. “Apalagi seluruh kehidupan beliau adalah contoh yang baik. Semoga dengan kegiatan ini umat muslim dapat lebih meneladani Rasulullah, karena sejauh ini tidak sedikit yang mulai jauh dari petunjuk Rasulullah,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten III Sekkot Samarinda Ridwan Tassa menyatakan, kegiatan itu sangat bermanfaat untuk umat. “Selain silaturahmi, MUI juga bisa lebih berfokus ke masjid,” ucap dia.(sumber : kaltim.procal.co)

​​​​​​​Mendagri Nilai MTQ Korpri Nasional Sukses

SAMARINDA – Perhelatan akbar dua tahunan musabaqah tilawatil Qur’an para abdi negara dan pelayanan masyarakat tingkat nasional di Kaltim dinilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo terlaksana sukses.

Hal tersebut diungkapkan Mendagri usai menutup MTQ Korpri III tingkat Nasional 2016 di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Komplek Islamic Center Kaltim, Sabtu (19/11).

Menurut dia, ukuran kesuksesan terlihat dari jumlah kafilah yang mengikuti serta prestasi yang diraih para peserta  dari 21 kementerian/lembaga dan 30 provinsi se-Indonesia.

“MTQ ini sangat sukses. Dilihat dari waktu penyelenggaraan selama delapan hari yang diikuti 646 peserta dari 51 kafilah dari 21 kementerian/lembaga maupun 30 provinsi. Terlaksana aman dan damai serta menghasilkan prestasi bagi anggota Korpri yang tidak lain aparatur sipil negara (ASN) atau PNS,” katanya.

Selain itu, Tjahyo Kumolo menyatakan apresiasinya atas dukungan penuh Pemprov  bersama jajaran DP Korpri Kaltim dan masyarakat di daerah sehingga MTQ berjalan sukses.

Dia berharap penyelenggaraan MTQ ini tidak semata berlomba dan meraih juara tetapi lebih pada pemaksanaan isi Al Qur’an bagi abdi negara dan pelayan masyarakat.

“Hikmahnya anggota Korpri meningkat jiwa spiritualnya berimbas pada keikhlasan bekerja dan melayani masyarakat,” katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengemukakan dukungan penuh Pemprov dan masyarakat Kaltim sehingga MTQ terlaksana sukses.

“Semoga MTQ ini tidak saja untuk berlomba dan prestasi tetapi lebih pada menguatkan ukhuwah sesama anggota Korpri dan syiar Islam di jajaran ASN seluruh Indonesia,” ujarnya.

Juara umum diraih Sulawesi Tenggara dan berhak menerima trofi bergilir Presiden serta uang pembinaan dari Mendagri. Sedangkan Kaltim meraih juara pertama pawai ta’aruf, juara  tiga Khatt Qur’an putri dan harapan pertama Hifzh Qur’an putri.

Hadir  Ketua Umum DP Korpri Nasional Zudan Arief Fakhrullah, Ketua DP Korpri Kaltim Dr H Rusmadi dan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun serta Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim Meiliana dan Ketua Dewan Hakim MTQ H Said Aqil Munawar.

Pelantikan Dewan Hakim, Panitera dan Dewan Pengawas MTQ Korpri ke-3 Tingkat Nasional 2016

SAMARINDA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan ajang pembuktian bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak saja sebagai abdi negara tetapi juga memahami dan mampu membaca kitab suci Al Qur’an dengan baik dan benar.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP pada Malam Ta’aruf MTQ Korpri III Tingkat Nasional 2016 di Pendopo Lamin Etam, Sabtu (12/11).

Menurut dia, pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini dikenal berperan melayani masyarakat dan mengabdikan diri kepada bangsa.

“MTQ ini menjadi ajang pembuktian bagi pegawai ternyata juga mampu memahami dan membaca ayat suci Al Qur’an dengan baik dan berprestasi,” kata Mukmin Faisyal.

Dia berharap melalui ajang MTQ ini dapat memberikan motivasi bagi jajaran Korpri seluruh Indonesia menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

Secara optimal memainkan perannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang mengedepankan pelayanan profesional agar terwujud birokrasi bersih dan berwibawa.

Terlebih lanjutnya, senantiasa dalam tuntunan Al Qur’an yang memberikan pengajaran dalam kebaikan dan keselamatan dunia hingga akhirat.

“Marilah kita jadikan momentum MTQ Korpri ini sebagai ajang bersilaturahim dan meningkatkan ukhuwah Islamiah di kalangan anggota Korpri se-Indonesia,” ajak Mukmin.

MTQ Korpri mengambil tema Melalui MTQ Korpri III Tingkat Nasional Dapat Mewujudkan Peran Korpri untuk Menuju  Birokrasi yang Bersih dan Bermartabat Sesuai dengan Tuntunan Al Qu’ran.

Malam ta’aruf dirangkai dengan pelantikan Dewan Hakim, Panitera dan Dewan Pengawas MTQ Korpri ke-3 Tingkat Nasional 2016 yang dihadiri dan disaksikan kafilah peserta MTQ Korpri dari 30 provinsi se-Indonesia.

Tampak hadir Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi yang juga selaku Ketua Panitia Penyelenggaran MTQ Korpri Nasional serta jajaran pengurus DP Korpri Nasional dan Ketua Korpri tingkat provinsi se-Indonesia.