Category Archives: Biro Sosial

RAPAT KOORDINASI KPA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

SAMARINDA, Sejak ditemukan kasus HIV di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 1993 dan setelah dilakukan pencarian kasus secara intensif melalui berbagai cara antara lain zero survey, klinik voluntary concelling dan testing (VCT) dan melalui skrening donor darah di PMI sampai dengan bulan Desember 2014 telah ditemukan kasus HIV sebanyak 3.426 orang, 904 telah menjadi AIDS dan 203 orang meninggal dunia rentang usia produktif antara 20-29 tahun artinya 3-5 tahun sebelumnya pada usia remaja melakukan hal-hal beresiko.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2007 tanggal 22 Oktober 2007 telah menetapkan adanya ”Peraturan Daerah Tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS)”.
Hal ini menunjukkan telah adanya komitmen dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur dalam penanggulangan penyakit ini, sehingga berdasarkan Surat Keputusan tersebut sudah seharusnya Penanggulangan HIV dan Aids menjadi perhatian penting oleh semua pihak, seperti yang disampaikan Asisten Bidang Kesra Pemprov. Kaltim (H.Bere Ali) dalam sambutannya mewakili Gubernur Kaltim pada Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, 8 September 2016 bertempat di Ruang Pandurata lantai I Kantor Gubernur Kaltim.
Peserta yang mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi ini merupakan Instansi Pemerintah, Komunitas, Perorangan yang telah berpartisipasi aktif dalam Youth Campaign.
Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari dan terselenggara atas kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dalam hal ini adalah Biro Sosial Setda Provinsi Kaltim dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalimantan Timur dengan tujuan untuk :
1. Meningkatkan partisipasi aktif remaja dalam pengelolaan program;
2. Meningkatkan pemantauan program remaja; dan
3. Mengapresiasi keterlibatan aktif instansi, komunitas dan masyarakat. (ar-by)

Pembukaan Kuliah Perdana Pengajaran Diluar Domisili (PDD) ISI Yogyakarta Rintisan ISBI Kaltim

TENGGARONG, Pembukaan Kuliah Perdana Pengajaran Diluar Domisili (PDD) ISI Yogyakarta Rintisan ISBI Kalimantan Timur Dan Pentas/Pameran/Penayangan Hasil Pembelajaran Mahasiswa ISBI di ISI Yogyakarta secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur (H. Awang Faroek Ishak) pada 5 September 2016 bertempat di Gedung A UPTD Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur Mulawarman Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga merupakan Kampus Transisi mahasiswa ISBI Kaltim Tahun Akademik 2016/2017.
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim merupakan binaan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, adapun mahasiswa yang kuliah di ISI tersebut adalah para mahasiswa dari Kalimantan Timur yang untuk sementara dititipkan di ISI Yogyakarta karena belum tersedianya kampus di Kalimantan Timur.
Gubernur Kaltim H. Awang Faroek Ishak mengatakan, selain para seniman dan budayawan seharusnya ada perguruan tinggi turut bertanggung jawab menjaga, memelihara dan mengembangkan seni budaya. Perguruan Tinggi dan para seniman harus bersatu untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam berkarya dan mengembangkan seni budaya daerah.
Dengan dibukanya program studi diluar domisili ISBI Kaltim, Gubernur Kaltim berharap perkuliahan di ISBI Kaltim tak mengalami kendala, sehingga para dosen dan mahasiswa dapat belajar dan berkarya lebih baik.
Berdasarkan hasil test penerimaan mahasiswa baru secara online tahun akademik 2016/2017 sebanyak 75 orang mahasiswa dengan rincian :

1. Program Studi S1 Seni Tari sebanyak 25 orang
2. Program Studi S1 Etnomusikologi sebanyak 13 orang
3. Program Studi S1 Kriya Seni sebanyak 10 orang
4. Program Studi S1 Televisi sebanyak 27 orang

Sebelum dibuka oleh Gubernur, terlebih dahulu para undangan disuguhkan dengan Tari-tarian, Musik Tradisional Sampe, Fashion Show, Penayangan Hasil Karya Cinema Pertelevisian serta Pameran yang keseluruhannya merupakan hasil karya dari mahasiswa Kaltim yang belajar di ISI Yogyakarta.
Para undangan yang hadir pada Pembukaan Kuliah Perdana tersebut kurang lebih berjumlah 800 orang, terdiri dari : Seluruh Kepala SKPD dilingkungan Pemprov. Kaltim, Unsur Muspida, Rektor Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur, dan para Kepala Sekolah SMU beserta siswa siswi yang berada di Tenggarong.
Selesai acara pembukaan, rombongan Gubernur yang didampingi oleh Rektor ISI Yogyakarta beserta jajarannya, para Asisten Setprov. Kaltim, para Kepala SKPD dilingkungan Pemprov. Kaltim, Unsur SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dan para pengurus museum melanjutkan kegiatan dengan meninjau pameran hasil karya mahasiswa ISBI dan ruang perkuliahan (Gedung C UPTD Museum Mulawarman) serta jamuan makan siang yang sudah disiapkan oleh panitia. (arby)

Jamaah Kaltim Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

SAMARINDA - Ibadah haji tahun ini diprediksi berlangsung berat. Arab Saudi tengah menghadapi cuaca ekstrem. Saat pagi dan malam suhu berkisar 33 derajat celsius, sementara siang di atas 50 derajat celsius. Suhu superpanas itu jika tak diantisipasi bisa membahayakan keselamatan jamaah haji asal Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil), Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim, Saifi, membenarkan kondisi cuaca di Tanah Suci sekarang sangat ekstrem. Sehingga perlu persiapan fisik prima dari para jamaah. Pun begitu, demi menghadapi kondisi buruk cuaca, jamaah haji sudah sejak lama dibekali pelbagai persiapan khusus. Seperti anjuran olahraga rutin, membawa obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan, kompres air dingin, serta payung untuk mengurangi paparan panas matahari di Arab Saudi. “Sampai hari ini (kemarin) infonya sudah mencapai 50 derajat celsius,” terang Saifi, kemarin (8/8).

Selain persiapan fisik dan atribut tambahan, jamaah juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mereka dianjurkan untuk lebih banyak menjalankan ibadah di dalam masjid atau hotel. Termasuk menyiasati agenda ibadah wajib dan sunah. Seperti, tetap berada di dalam masjid antara waktu salat Zuhur hingga Asar. Dilanjutkan berada di masjid antara waktu salat Magrib hingga Isya. “Sudah diingatkan kepada jamaah agar meminimalisasi aktivitas di luar gedung karena cuaca sangat panas,” ucap dia.

Meski begitu, ia menyatakan belum ada kekhawatiran cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi jamaah. Sebab, kondisi itu, sudah dipersiapkan secara matang oleh panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Kaltim di Arab Saudi. Total ada 60 petugas yang mendampingi jamaah asal Kaltim. Sebanyak 36 di antaranya merupakan tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat.

Bahkan, lanjut dia, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khusus jamaah lanjut usia (lansia), diberikan perlakuan khusus. Jamaah boleh didampingi oleh mahramnya yang sebelumnya terpisah untuk bergabung dalam satu rombongan. “Totalnya ada 46 jamaah haji Kaltim kategori lansia. Mereka didampingi oleh mahramnya masing-masing sebanyak 26 orang. Jadi, yang sebelumnya terpisah bisa dilakukan pendampingan ekstra agar ibadahnya lancar,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan lokasi pemondokan haji jamaah asal Kaltim di Madinah tidak terlalu jauh. Jaraknya dari Masjid Nabawi hanya sekitar 500 meter. Dan bisa ditempuh dari hotel ke masjid dengan jalan kaki atau bus yang tersedia selama 24 jam nonstop. Adapun pemondokan di Makkah, jamaah Kaltim terkonsentrasi di Raudhah, Mahbas Jin, Aziziah, dan Syisyah. Rata-rata jarak dari pemondokan ke Masjidilharam antara 1,5-3,5 kilometer. Jamaah bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan bus yang sudah disediakan di tiap hotel atau terminal terdekat. “Di Makkah ada bus yang 24 jam berputar dan mengantar jamaah ke Masjidilharam,” jelasnya.

Setiawati Aini Asna, jamaah haji asal Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut, meski kondisi cuaca ekstrem menerjang Arab Saudi, dia mengaku tak gentar. Sebab, saban hari sejumlah persiapan sudah dia lakukan. “Sudah ada manasik haji, dan saya rutin olahraga lari pagi sejak satu bulan lalu. Insya Allah siap untuk ibadah haji,” sebut Aini yang berangkat haji didampingi suami dan kakaknya.

Selain menjaga kondisi fisik tetap prima, ia juga mengaku, menyiapkan obat-obat pribadi, khususnya vitamin kompleks agar daya tahan tubuh dapat terus terjaga. Bahkan, ia juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. “Apalagi saat wukuf kondisi fisik harus prima. Ini ibadah haji pertama saya, jadi harus maksimal sampai selesai,” terangnya. (sumber : www.kaltimpost.co.id)

PRESIDEN JOKOWI BUKA SECARA RESMI MTQ TINGKAT NASIONAL KE-XXVI DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

UntitledMATARAM, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI di Islamic Centre Nusa Tenggara Barat Kota Mataram, Sabtu (30/7/2016) malam.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sebagai negeri dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, MTQ harus menjadi budaya yang terus dilestarikan. MTQ harus mampu membumikan Al-Qu’an sehingga lebih dipahami dan dilaksanakan masyarakat kita.
Presiden Jokowi pun berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan utama dalam kehidupan.
Jokowi menilai, Islam di Indonesia bisa menjadi pusat pembelajaran bagi kaum Muslim diseluruh dunia. Dengan mengucap ”Bismillah” MTQ Nasional ke-26 saya buka, sembari memukul gendang ”beleq” bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (Muhammad Zainul Majdi) dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahakan, peserta MTQ Nasional XXVI harus mengutamakan kejujuran dalam meraih prestasi, Kafilah dari 34 Provinsi sudah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. Prestasi bukan segala-galanya, kata Lukman.
Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI ini berlangsung selama
10 hari dari tanggal 29 Juli s/d 7 Agustus 2016 diikuti oleh 1.193 orang peserta dari 34 Provinsi.
Kafilah Kalimantan Timur mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Adapun yang dipertandingkan dalam perhelatan MTQ XXVI ini sebanyak 17 Cabang lomba ditempat yang berbeda-beda, yaitu :
1. Arena Utama (Masjid Agung Praya)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak-Anak dan Remaja
2. Arena Utama (ASTAKA Islamic Centre Mataram)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Dewasa dan Qira’at Sab’ah
3. Aula Rinjani (Gedung BKD Prov. NTB)
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Tartil dan Cacat Netra (Canet)
4. Bencingan Lombok Barat
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan 1 Juz, 5 Juz dan Tilawah
5. Pondok Pesantren Al-Aziziyah
– Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan 10 Juz dan 20 Juz
6. Gedung Sangkareang
– Golongan Bahasa Indonesia dan Inggis
7. Aula Bank Indonesia
– Cabang Fahmil Al-Qur’an
8. Gedung Graha Bhakti Praja
– Cabang Khath Al-Qur’an (Kaligrafi)
9. Gedung Irigasi Dinas PU Provinsi NTB
– Cabang MMQ (Musabaqah Makalah Al-Qur’an)
10. MAN 2 Mataram
– Cabang Syarhil Qur’an (MSYQ)
11. Gedung Taman Budaya
– Cabang 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab

Di akhir penghujung acara, para peserta dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat disuguhkan dengan hiburan atraksi tarian kolosal dan penampilan artis ibukota Bimbo dkk dibawah asuhan Purwacaraka Orkestra. (arby)

PELEPASAN KAFILAH MTQ KALTIM UNTUK MENGIKUTI MTQ TINGKAT NASIONAL KE-XXVI DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016

SAMARINDA, Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov. Kaltim (H. Bere Ali) melepas Kafilah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti ajang MTQ Tingkat Nasional ke-XXVI yang akan berlangsung di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dari tanggal 29 Juli 2016 s/d 7 Agustus 2016 bertempat di Ruang Rapat Tepian I lantai II Kantor Gubernur Kaltim.
Dalam keempatan ini, Provinsi Kalimantan Timur mengirim rombongan kafilah yang dipimpin oleh H. Bere Ali yang juga merangkap selaku Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Timur ini seluruhnya berjumlah 93 orang, terdiri dari :43 orang peserta, 20 orang Official, 10 orang pelatih dan 20 orang pendamping secara resmi dilepas oleh Asisten Kesra Setprov. Kaltim didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur (H. Saifi), dan Kepala Biro Sosial Setprov. Kaltim (H. Syafrian Hasani) pada Rabu, 27/7/2016.
Sebelum keberangkatan, para peserta yang akan bertanding terlebih dahulu melaksanakan Pemusatan Latihan (Training Centre) di Masjid Islamic Centre Samarinda selama kurang lebih 7 hari guna untuk mematangkan dan mengasah kemampuan para peserta yang dibimbing langsung oleh para pelatih yang berpengalaman dibidangnya masing-masing cabang lomba sebelum diberangkatkan.
Para peserta yang akan mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-XXVI ini adalah para juara terbaik Pertama pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke-XXXVIII yang baru saja diselenggarakan di Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Mei 2016 kemarin.
Adapun cabang lomba yang akan diikuti oleh kafilah Provinsi Kalimantan Timur di MTQ Tingkat Nasional ini antara lain :
1. Cabang Tilawah Al-Qur’an Anak-Anak dan Remaja;
2. Cabang Tilawah Al-Qur’an Dewasa dan Qira’at Sab’ah;
3. Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Tartil dan Cacat Netra (Canet);
4. Cabang Golongan 1 Juz dan Tilawah;
5. Cabang Golongan 5 Juz dan Tilawah;
6. Cabang Golongan 10 Juz;
7. Cabang Golongan 20 Juz;
8. Cabang Golongan 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab;
9. Cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris;
10. Cabang Fahmil Qur’an
11. Cabang Syarhil Qur’an
12. Cabang MMQ (Musabaqah Makalah Qur’an) dan
13. Cabang MKQ (Musabaqah Khatil Qur’an)

Diakhir sambutannya, H. Bere Ali berpesan agar para kafilah Provinsi Kalimantan Timur yang akan bertanding senantiasa memanjatkan do’a, menjaga kekompakan, kebersamaan dan kondisi kesehatan agar dapat menjalankan tugas dan amanah sebaik-baiknya demi membawa nama baik serta meningkatkan prestasi di kancah nasional. (arby)