Category Archives: Biro Sosial

​​​​​​​Mendagri Nilai MTQ Korpri Nasional Sukses

SAMARINDA – Perhelatan akbar dua tahunan musabaqah tilawatil Qur’an para abdi negara dan pelayanan masyarakat tingkat nasional di Kaltim dinilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo terlaksana sukses.

Hal tersebut diungkapkan Mendagri usai menutup MTQ Korpri III tingkat Nasional 2016 di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Komplek Islamic Center Kaltim, Sabtu (19/11).

Menurut dia, ukuran kesuksesan terlihat dari jumlah kafilah yang mengikuti serta prestasi yang diraih para peserta  dari 21 kementerian/lembaga dan 30 provinsi se-Indonesia.

“MTQ ini sangat sukses. Dilihat dari waktu penyelenggaraan selama delapan hari yang diikuti 646 peserta dari 51 kafilah dari 21 kementerian/lembaga maupun 30 provinsi. Terlaksana aman dan damai serta menghasilkan prestasi bagi anggota Korpri yang tidak lain aparatur sipil negara (ASN) atau PNS,” katanya.

Selain itu, Tjahyo Kumolo menyatakan apresiasinya atas dukungan penuh Pemprov  bersama jajaran DP Korpri Kaltim dan masyarakat di daerah sehingga MTQ berjalan sukses.

Dia berharap penyelenggaraan MTQ ini tidak semata berlomba dan meraih juara tetapi lebih pada pemaksanaan isi Al Qur’an bagi abdi negara dan pelayan masyarakat.

“Hikmahnya anggota Korpri meningkat jiwa spiritualnya berimbas pada keikhlasan bekerja dan melayani masyarakat,” katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengemukakan dukungan penuh Pemprov dan masyarakat Kaltim sehingga MTQ terlaksana sukses.

“Semoga MTQ ini tidak saja untuk berlomba dan prestasi tetapi lebih pada menguatkan ukhuwah sesama anggota Korpri dan syiar Islam di jajaran ASN seluruh Indonesia,” ujarnya.

Juara umum diraih Sulawesi Tenggara dan berhak menerima trofi bergilir Presiden serta uang pembinaan dari Mendagri. Sedangkan Kaltim meraih juara pertama pawai ta’aruf, juara  tiga Khatt Qur’an putri dan harapan pertama Hifzh Qur’an putri.

Hadir  Ketua Umum DP Korpri Nasional Zudan Arief Fakhrullah, Ketua DP Korpri Kaltim Dr H Rusmadi dan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun serta Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim Meiliana dan Ketua Dewan Hakim MTQ H Said Aqil Munawar.

Pelantikan Dewan Hakim, Panitera dan Dewan Pengawas MTQ Korpri ke-3 Tingkat Nasional 2016

SAMARINDA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan ajang pembuktian bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak saja sebagai abdi negara tetapi juga memahami dan mampu membaca kitab suci Al Qur’an dengan baik dan benar.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP pada Malam Ta’aruf MTQ Korpri III Tingkat Nasional 2016 di Pendopo Lamin Etam, Sabtu (12/11).

Menurut dia, pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini dikenal berperan melayani masyarakat dan mengabdikan diri kepada bangsa.

“MTQ ini menjadi ajang pembuktian bagi pegawai ternyata juga mampu memahami dan membaca ayat suci Al Qur’an dengan baik dan berprestasi,” kata Mukmin Faisyal.

Dia berharap melalui ajang MTQ ini dapat memberikan motivasi bagi jajaran Korpri seluruh Indonesia menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

Secara optimal memainkan perannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang mengedepankan pelayanan profesional agar terwujud birokrasi bersih dan berwibawa.

Terlebih lanjutnya, senantiasa dalam tuntunan Al Qur’an yang memberikan pengajaran dalam kebaikan dan keselamatan dunia hingga akhirat.

“Marilah kita jadikan momentum MTQ Korpri ini sebagai ajang bersilaturahim dan meningkatkan ukhuwah Islamiah di kalangan anggota Korpri se-Indonesia,” ajak Mukmin.

MTQ Korpri mengambil tema Melalui MTQ Korpri III Tingkat Nasional Dapat Mewujudkan Peran Korpri untuk Menuju  Birokrasi yang Bersih dan Bermartabat Sesuai dengan Tuntunan Al Qu’ran.

Malam ta’aruf dirangkai dengan pelantikan Dewan Hakim, Panitera dan Dewan Pengawas MTQ Korpri ke-3 Tingkat Nasional 2016 yang dihadiri dan disaksikan kafilah peserta MTQ Korpri dari 30 provinsi se-Indonesia.

Tampak hadir Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi yang juga selaku Ketua Panitia Penyelenggaran MTQ Korpri Nasional serta jajaran pengurus DP Korpri Nasional dan Ketua Korpri tingkat provinsi se-Indonesia.

Persiapan MTQ Korpri Kaltim Sudah Mantap

SAMARINDA – Gladi bersih persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional III tahun 2016 di Provinsi Kalimantan Timur digelar Kamis, (10/11/2016) di halaman Masjid Baitul Muttaqin Islamic Centre Samarinda. MTQ tersebut akan dilangsungkan di Kota Samarinda 12- 21 November 2016 mendatang.

Sebanyak 317 Khafilah akan mengikuti MTQ Korpri tersebut. Demikian diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kaltim, sekaligus Sekretaris Umum MTQ, HM Agus Hari Kesuma di sela-sela pelaksanaan gladi bersih Kamis (10/11).

“MTQ akan diikuti 317 khafilah, terdiri dari 184 peserta laki-laki dan 133 peserta perempuan dari delegasi Kementerian/LPNK/Provinsi di Indonesia,” rinci Agus.

Upacara Pembukaan akan dilaksanakan pada hari Minggu (13/11) di halaman Masjid Islamic Centre.

“Acara pembukaan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu hari Minggu malam,  dimulai pukul 18.30 WITA, ” katanya.

Dijelaskan, rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan mulai Jumat ini meliputi penjemputan kafilah, registrasi ulang seluruh peserta dan upacara penerimaan kafilah.  Selanjutnya pada Sabtu (12/11) akan diadakan malam Ta’aruf, kemudian pada Minggu (13/11) akan ada pawai ta’aruf, pelantikan dewan hakim, panitera dan Dewan Pengawas MTQ, Orientasi Dewan Hakim dan Panitera, Pembukaan Pameran dan Pasar Rakyat.

“Dalam Rangkaian MTQ Korpri Nasional III ini akan ada Seminar Al-Qur’an yang diselenggarakan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (15/11). Kemudian Rabu (16/11) akan ada Dialog Kath Al-Qur’an di ruang serba guna Islamic Centre Samarinda. Lalu penutupan dilakukan Sabtu (19/11),” jelasnya.

Persiapan MTQ ini juga sudah ditinjau oleh Sekretaris Provinsi Kaltim Dr Rusmadi selaku Dewan Pengurus Korpri Kaltim

2.173 Peserta Ikuti MTQ Korpri Nasional III

SAMARINDA - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ) III Korpri Tingkat Nasional 2016 yang digelar pada 12-21 Nopember ini akan diikuti 2. 173 peserta dari 34 Provinsi se-Indonesia.

“Jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Korpri nasional pada Nopember  ini sekitar 2.173 orang dari seluruh provinsi se-Indonesia,” sebut Ketua DP Korpri Kaltim Dr H Rusmadi.

Menurut dia, peserta MTQ nasional di Kaltim ini terdiri para aparatur sipil negara (ASN) yang sudah terseleksi di tingkat daerah mulai kabupaten dan kota hingga provinsi.

Selain itu, para peserta yang berlomba pada ajang nasional ini sudah masuk dalam kategori yang ditentukan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Korpri Pusat.

Rusmadi menyebutkan  even dua tahunan pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN kali ini mempertandingkan lima mata lomba.

Yakni, musaaqah tartil Qur’an putra/putri, musabaqah tilawah Qur’an putra/putri, musabaqah Hifzh Al Qur’an putra/putri serta musabaqah dakwah Qu’ran putra/putri serta musabaqah Khath Qur’an putra/putri.

Dalam ajang para qori/qoriah dan hafiz/hafizah Al Qor’an ini, Kaltim sebagai tuan rumah mengirimkan 15 peserta yang telah lolos seleksi tingkat provinsi.

Masing-masing cabang tartil  putra dari Balikpapan dan putri dari Berau sementara tilawah Qur’an putra dari Bontang dan putri dari Berau.

Musabaqah Hifzh Al Qu’ran untuk 3 juz putra dari Kutai Kartanegara dan putri dari Paser. Sedangkan, Hifzh Al Qur’an 5 juz  putra dari Kukar dan putri dari Berau serta 10 juz putra diwakili Bontang.

Musabaqah dakwah Al Qur’an dari Berau, musabaqah Khath Qur’an putra dari Samarinda dan putri diwakili Paser, kemudian kontemporer  putra  dari Berau dan puteri Berau.

“Kegiatan selain pawai ta’aruf digabung dengan pawai seni budaya nusantara Festival Mahakam di seputaran pusat Kota Samarinda. Pembukaan, pelaksanaan lomba dan penutupan dipusatkan  di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim,” jelasnya.

Jadwal penyelenggaraan MTQ nasional di Samarinda terdiri kedatangan dan registrasi peserta pada Sabtu (12/11).

Pada Minggu (13/11) pagi digelar pawai ta’aruf dan berlanjut malam hari (malam ta’aruf) atau pembukaan MTQ yang dirangkai dengan pelantikan dewan hakim.

Selanjutnya, Senin (14/11) orientasi dewan hakim dan technical metting serta pembukaan bazar pameran dan pesta rakyat.

Sementara lomba-lomba dimulai pada Selasa (15/11) hingga penyisihan atau final pada Sabtu (19/11). Berlanjut, Minggu (20/11) rapat pleno dewan hakim serta wisata tour dan pada malam dilaksanakan penutupan MTQ

Aura Positif DKD Kaltim, Syafril Mau DKD Vital dan Penting

Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim Senin (24/10), disesaki tamu undangan yang ingin menyaksikan pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim periode 2016-2021. Selain para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), juga hadir pengurus dewan kesenian kabupaten/kota, kelompok dan komunitas seniman, mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, organisasi masyarakat, dan sebagainya.

“Biasanya pelantikan Dewan Kesenian sepi. Tapi kali ini, aula Ruhui Rahayu penuh. Ini menandakan ada sikap optimistis bersama untuk pengembangan kesenian di Kaltim,” ujar Asisten III Sekprov Kaltim, Bere Ali, setelah melantik pengurus DKD Kaltim, mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Menurut dia, pemandangan itu adalah aura positif. Momentum pelantikan DKD masa bakti 2016-2021 memberikan harapan utama untuk menghidupkan kesenian budaya yang banyak di Kaltim. Merangkul dan menguatkan komunitas dan organisasi yang ada untuk diangkat dengan kreasi yang baru dan lebih menarik lagi.

Bere Ali mengatakan, pengurus baru diharapkan bisa membawa DKD semakin eksis dan maju. Yang dibuktikan dengan semakin banyaknya aktivitas seni dan budaya di Kaltim dalam menghasilkan karya-karya baru. Semaraknya pergelaran, pertemuan seniman dan budayawan, serta berkembangnya kesenian tradisional maupun modern.

Kaltim katanya, menjadi tujuan menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pelancong terkesan dan memuji kekayaan alam serta seni dan budaya di Kaltim. Bahkan bisa dikatakan Kaltim lebih indah dari daerah lain di Indonesia. “Mengapa sekarang belum indah? Karena kita belum mengemas dengan baik,” ujar Bere Ali, saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim.

Objek wisata di Kaltim katanya, mempunyai prospektif yang cerah yang bisa mendorong perekonomian daerah. “Menurut saya keindahan sumber daya alam itu harus dilengkapi dengan penataan seni dan budaya yang baik,” ujarnya.

Kaltim tambahnya, memiliki keanekaragaman seni budaya, mulai pantai keraton pedalaman, yang unik, menarik, dan membanggakan. Seni budaya itu dapat dilihat dari peninggalan sejarah, bangunan, lukisan, karya sastra, teater, tarian, film ritual adat, pesta adat, prosesi keagamaan, dan lain sebagainya.(Sumber : www.kaltimpost.co.id)