Gedung Putihnya Kaltim

Judul Buku : Pembangunan Gedung Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur


Penulis       : Tim Penyusun
Jumlah Halaman : 19 Halaman
Perensesi  : Indri Wahyuni  dan Inni Indarpuri
Sumber buku : Perpustakaan Biro Humas Setda Prov. Kaltim

Kantor Gubernur Kaltim yang kadang disebut dengan julukan  “Gedung Putih” beralamat  di Jalan Gajah Mada No 2 Samarinda, merupakan gedung yang sangat istimewa. Selain merupakan bangunan gedung pertama yang menggunakan sistem beton pratekan di Kalimantan Timur, gedung Kantor Gubernur merupakan bangunan gedung pemerintah yang terbesar dan tertinggi di Kalimantan Timur pada saat itu.

Jika berada di lantai 4, 5 dan 6 yang mengarah ke  sungai Mahakam, kian terasa betapa sangat istimewa gedung ini.  Pemandangan sungai dengan aktivitas perahu klotok dan angkutan sungai lainnya merupakan pemandangan yang memukau mata. Mungkin itu pula yang menjadi pertimbangan mengapa gedung ini berdiri tak jauh dari sungai  terbesar di Provinsi Kaltim,  Mahakam.

Tidak itu saja, dulu dipuncak gedung pernah ada Helipad, suatu areal yang dipersiapkan untuk pendaratan helikopter. Bahkan saat Kedatangan Presiden Soeharto untuk meresmikan Jembatan Mahakam tahun 1986,helipadtersebut hampir saja benar-benar didarati helikopter yang dipersiapkan untuk presiden RI waktu itu.

Tidak banyak masyarakat yang tahu bagaimana dan kapan dimulainya pembangunan gedung kantor Gubernur yang bersejarah ini. Buku  yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur pada tahun 1984 ini memberikan gambaran secara singkat tentang proses pelaksanaan Pembangunan Gedung Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur, dan memberikan data-data yang berhubungan dengan ukuran fisik gedung, kapasitas, tipe konstruksi, arsitektur dan waktu pelaksanaan.

Sejak awal pembangunan yaitu pada tanggal 1 Agustus 1980 gedung ini telah bertempat di Jalan Gajah Mada Samarinda. Tujuan dari pembangunan gedung ini adalah menempatkan Pusat Pemerintahan Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Timur dalam satu atap/di bawah satu atap. Penetapan idea, desain dan lokasi adalah Bapak H.A. Wahab Syachrani. Lalu penetapan pelaksanaan bahan/material pembangunan serta peralatan gedung adalah Bapak H. Ery Soepardjan sedangkan penetapan penyelesaian, pengisian perabot dan pemberiak corak daerah adalah Bapak H. Soewandi. Bayangkan, dirancang dan diselesaikan oleh 3 Gubernur sekaligus!

Bangunan ini terdiri dari enam lantai dilengkapi  dengan Basement. Tinggi total bangunan dari permukaan tanah kurang-lebih 31 meter. Jumlah luas lantai seluruhnya 10.250 meter persegi. Efektif ruang-ruang yang digunakan untuk perkantoran adalah 5.100 meter persegi, selebihnya digunakan sebagai ruang-ruang penunjang ; seperti ruang Serba Guna, Ruang Rapat, Ruang File/Data, Ruang Perpustakaan , Ruang Kantin, Toilet, Pantry dan Janitor. Gedung ini dapat menampung 13 ( tigabelas ) Biro dalam Bidang Pemerintahan Daerah Tingkat I Kalimantan Timur.  Uniknya, sejak awal dibangun, rupanya telah ada perpustakaan, itulah sebabnya, buku sejarah berdirinya kantor Gubernur ini masih terdokumentasi  rapi,  hingga sekarang.

Masing-masing lantai di gedung ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Lantai Dasar/Lantai I pada Bagian Barat memiliki Ruang Serba Guna ( dilengkapi dengan Pantry ) ; Bagian Tengah adalah Lobby Utama dengan Tangga Representative untuk menuju Ruang Gubernur dan Core yang digunakan untuk Toilet dan Lift ; Bagian Timur memiliki Ruang Komputer dan Ruang PABX, Ruang Ekspedisi, Ruang Bendaharawan Sekretaris dan Bendaharawan Gaji. Nah, sekarang Ruang Bendaharawan gaji telah menjadi satu dengan ruang Biro Umum dan terletak di lantai IV.

Lantai II pada Bagian Barat adalah Ruang Sidang Gubernur, Ruang Sekwilda, Ruang Protokol, Ruang Rapat dan Ruang Staf Ahli ; Bagian Tengah digunakan sebagai Lobby dan Lift disertai Ruang Toilet, Pantry, Janitor, Ruang Mekanikal dan Tangga Utama ; Bagian Kanopi digunakan sebagai Ruang Gubernur, Ruang Wakil Gubernur, Ruang Tunggu Tamu sedangkan pada Bagian Timur digunakan untuk Ruang Perkantoran.

Sedangkan lantai III sampai dengan lantai VI digunakan sebagai Ruang Perkantoran ( Biro-biro ). Selain yang telah disebutkan di atas, tiap lantai telah dilengkapi dengan :

  1. Fasilitas Toilet, Lift, Tangga Utama, Tangga Darurat, Pantry dan Janitor.
  2. Fasilitas Tata Udara, Sound System dan PABX.
  3. Fasilitas Fire Alarm dan Hydrant System.
  4. Sistem penerangan yang memadai.
  5. Sumber listrik dari PLN dilengkapi denganGenset ( 630 KVA ).
  6. Sumber Air Bersih dari PDAM dengan kapasitas 10 meter perkubik dengan sistem jaringan yang memadai.

Sedangkan lantai penthouse/atap digunakan sebagai Ruang Mesin Lift, Water Cooling dan Reservoir.  Saat ini ruang penthouse telah menjadi ruang Staf Ahli. Dulu, Gubernur Kaltim dan Wakilnya sempat  menempati Lantai VI sebagai ruang kerja, ketika  Lantai 2 tengah  direnovasi.

Adapun jenis konstruksi yang digunakan adalah :
  1. Beton bertulang dan atap alluminium dengan rangka baja.
  2. Kolom dan balok lantai bagian tengah berupa beton konvensionil.
  3. Balok beton bagian barat dan timur merupakan balok beton pratekan. Mutu beton yang dipakai adalah K. 175 & K. 225 sedang untuk mutu beton pratekan adalah K. 280.
Pondasi
  1. Pondasi yang dipergunakan untuk gedung ini adalah Konstruksi Sistem Cakar Ayam.
  2. Untuk memantapkan stabilitas tanah, maka di bawah pondasi cakar ayam dipancang tiang-tiang kayu ulin dengan diameter 10 cm, panjang 8 m dan jarak 0.60 m.
  3. Dalam pelaksanaannya ternyata terjadi penurunan pondasi yang tidak sama sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh buruk pada konstruksi struktur bangunan atas. Untuk mengatasi hal tersebut pondasi cakar ayam dimodifikasi dengan perkakuan serupa box konstruksi yang ditengahnya ditunjang dengan bangunan “vierendeel”. Ruangan yang terbentuk selanjutnya dipergunakan sebagai Basement. Setelah pondasi dimodifikasi maka penurunan selanjutnya menjadi merata dan penurunan berhenti total sejak tanggal 8 Agustus 1983.
Arsitektur
  1. Bentuk arsitektur gedung direncanakan sesuai dengan penyesuaian fungsi gedung sebagai Kantor Pusat Pemerintahan Daerah Tk. I Kalimantan Timur.
  2. Bentuk luar bangunan direncanakan dengan jendela tertutup dengan jenis kaca Rayban setebal 6 mm.
  3. Seluruh permukaan beton bagian luar dilapisi dengan Keramik Tile sedangkan pada dinding bagian dalam digunakan partisi dengan material Gybsum dan kaca.

Bangunan ini dimulai pada tanggal 1 Agustus 1980 dan selesai pada tanggal 31 Oktober 1983 dan jumlah hari kerja yakni 1.034 hari dengan masa vakum  selama 150 hari.

Sebagai penduduk provinsi Kalimantan Timur khususnya penduduk di kota Samarinda, penting bagi kita untuk mengetahui sejarah Provinsi Kalimantan Timur termasuk sejarah pemerintahannya beserta hal-hal yang berkaitan dengannya termasuk pembangunan Gedung Kantor Gubernur yang hingga kini masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai pusat pemerintahan  Provinsi Kalimantan Timur.

Meski buku ini terbilang sangat sederhana, setidaknya melalui buku ini dapat memberikan gambaran kepada kita bagaimana proses dibangunnya Kantor Gubernur Pemerintah Daerah Tk. I Kalimantan Timur. Buku ini kian menarik karena dilengkapi dengan foto-foto kondisi Kantor Gubernur pada saat itu. Tentu saja, buku yang hanya satu ekslempar di Perpustakaan Biro Humas ini termasuk buku unik dan bernilai sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>