Pak Rusmadi Apresiasi Aksi GMS SKM Bersihkan Sungai

SAMARINDA - “Sungai Karang Mumus adalah masa kecil saya.” Itulah kalimat pertama yang diucapkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Dr H Rusmadi saat berkunjung ke pos Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMS SKM) di Jalan Abdul Muthalib, Sabtu (18/3). Kedatangannya untuk memberikan apresiasi kepada komunitas GMS SKM sebagai gerakan sosial pertama yang konsisten memungut sampah di sepanjang Sungai Karang Mumus.

Untuk memberikan dukungan kepada GMS SKM, Rusmadi juga menyerahkan bantuan satu unit perahu/ketinting lengkap dengan mesinnya. Perahu ini diharapkan dapat membantu kerja para relawan pemungut sampah di sungai.

“Saya sangat mengapresiasi aksi nyata komunitas GMS SKM yang memberikan perhatian besar terhadap sungai. Harus kita sadari, di sungai ada air dan air adalah lambang kehidupan. Tiada kehidupan tanpa air. Bahkan sebagian hidup saya ada di sini. Saya lahir dan besar  di Sungai Karang Mumus. Sungai  ini adalah masa kecil saya,“ ungkap Rusmadi.

Namun Rusmadi mengingatkan, agar gerakan memungut sampah ini bukan hanya menjadi tanggungjawab GMS SKM, tetapi harus menjadi tanggungjawab seluruh warga dengan cara tidak membuang sampah di aliran sungai, termasuk di Sungai Karang Mumus.

“Wajib bagi kita untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari kita jadikan ini sebuah gerakan bersama agar sungai kita menjadi bersih dan banjir di Samarinda perlahan juga bisa kita kurangi,” ajak Rusmadi. Dia sangat berharap agar gerakan ini bisa menginspirasi dan menyadarkan banyak orang untuk mencintai sungai, meski diakuinya edukasi tentang hal ini pasti tidak mudah.

Selain memberikan bantuan perahu ketinting bermesin, Sekprov Rusmadi juga melakukan penamaan pohon di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus (SKM).  Penanaman juga diikuti dengan penomoran pohon yang ditanam.

“Menomori pohon berarti ada konsekuensi untuk kita melindungi dan memeliharanya. Jadi dua hal tentang kehidupan ini yang penting, pertama adalah cinta kepada sungai dan yang kedua adalah cinta kepada pohon, dan ini mestinya menjadi emosi bagi seluruh msyarakat untuk mencintai air dan pohon sebagai sumber kehidupan,” seru Rusmadi lagi.

Penggiat GMS SKM, Misman mengutarakan bahwa program ini akan terus dilanjutkan. Mulai dari hal kecil hingga terus berlanjut. “Kami hargai apapun pendapat masyarakat. Yang jelas kami akan terus membersihkan sampah-sampah di sungai,” kata Misman.

Diungkapkan Misman, hal mendesak yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah armada pungut, sejenis ketinting. “Diperlukan banyak ketinting. Karena semakin banyak ketinting maka semakin mensejahterakan sungai dan semakin melibatkan banyak orang. Sekarang kami sudah memiliki 4 mesin dan 6 unit perahu. Idealnya 30 hingga 40 unit untuk 34,7 kilometer panjang Sungai Karang Mumus,” jelasnya.

Sementara tentang penanda pohon, Misman mengatakan akan memberdayakan relawan mahasiswa untuk mencatat pertumbuhan gerak pohon dan mencatat serta meneliti binatang apa saja yang masih hidup termasuk di sungai dan di pohon-pohon. “Jadi tidak hanya sungainya yang diselamatkan, tapi juga daratannya,” pungkas Misman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>