Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan Korban Lakalantas Batuah

SAMARINDA - Musibah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan kilometer 26, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar. Minggu 5 Maret 2017. Mengakibatkan lima korban luka-luka  dan sedang dirawat di RSUD AWS dan RSUD IA MOEIS Samarinda.

Kejadian tersebut menimpa kendaraan Satuan Polisi Pamong Praja yang sedang bertugas pengawalan rombongan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Paser dari Samarinda yang tertabrak pedagang sayur dan beberap warga yang menjadi korban.

Terkait dengan hal itu, semua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Semua korban mendapat perhatian khusus dari Pemprov Kaltim, Asisten Administrasi Umum Bere Ali bersama Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu menengik korban yang dirawat di RSUD AWS.

Usai menengok korban, Bere Ali mengatakan, dua dari lima korban yang dirawat sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing, yaitu Nur Alam (30) dan Rahmad (5). Kedua korban tersebut dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda.

Sedangkan korban atas nama Nurdiana (31), Abdul Azis (28) dan Marzuki (51) hingga kini masih mendapat perawatan intensif di RSUD AWS. “Sesuai informasi dari Direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi dan pertimbangan medis, dua dari lima korban lakalantas di Batuah kemarin, kini bisa diizinkan pulang. Karena,” kata Bere Ali usai melihat kondisi korban Lakalantas Desa Batuah di RSUD AWS, Senin (6/3).

Bere Ali menegaskan, sesuai informasi dari Direktur RSUD AWS, korban yang berada di RSUD AWS juga tidak mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Namun demikian, tetap mendapat perawatan secara intensif beberapa hari ke depan.

Dari musibah tersebut, Pemprov Kaltim menaruh prihatin atas kejadian yang dialami para korban. Kejadian ini dinilai tanpa sengaja. Perhatian Pemprov Kaltim yaitu membebaskan tanggungan biaya bagi korban yang dirawat di rumah sakit.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kejadian ini tanpa ada unsur kesengajaan. Ini adalah musibah. Karena itu, sesuai arahan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, biaya perawatan mereka selama di rumah sakit menjadi tanggungan Pemprov Kaltim,” jelasnya.

Sedangkan adanya tempat usaha pedagang sayur yang rusak maupun barang dagangan yang tidak bisa dimanfaatkan kembali akibat musibah itu juga akan ditanggung Pemprov Kaltim. Begitu juga, jika ada kendaraan yang rusak tentu akan diperbaiki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>