Category Archives: Biro Pemerintahan Umum

Raih Penghargaan Museum Rekor Dunia

SAMARINDA – Pagelaran Tari Jepen dengan 4.160 peserta  pada puncak peringatan HUT ke-60 Tahun Provinsi Kaltim  2017 di GOR Madya Sempaja berhasil mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak.

Eksekutif  Menager  MURI  Sri Widayati mengatakan pagelaran Tari Jepen ini  berhasil memecahkan rekor MURI dengan 4.160 peserta. Oleh karena itu MURI memberikan piagam penghargaan  bukan saja memecahkan rekor nasional tetapi juga memecahkan rekor dunia.

“Museum Rekor Dunia Indonesia Nomor 7787/R.MURI/2017 dianugerahkan kepada Gubernur Kaltim DR H Awang Faroek Ishak atas rekor pemrakarsa pagelaran Tari  Jepen dengan peserta terbanyak yaitu 4.160 peserta,” kata Sri Widayati saat mengumumkan pemecahan rekor yang berlangsung di GOR Madya Sempaja Samarinda,  Rabu ( 9/1).

Mendengar berhasil memecahkan rekor nasional bahkan rekor dunia, peserta penari Jepen yang masih berada di halaman langsung bersorak gembira. Mereka berpelukan untuk mengapresiasi hasil karya yang membuahkan hasil yang luar biasa.

Dalam pagelaran Tari Jepen, seluruh undangan yang ada di panggung utama, juga turut menari Kapolda KaltimIrjen Pol Syafarudin, Pangdam VI Mulawarman Mayjen Johni L Tobing, serta seluruh bupati dan walikota juga turut serta menari termasuk camat dan lurah maupun kepala SKPD, lembaga serta undangan lainnya.

Rapat Finalisasi HUT ke 60 Provinsi Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar tidak ada pemadaman listrik saat upacara puncak peringatan HUT ke-60 Provinsi Kaltim yang akan dipusatkan di Lapangan Sepakbola Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, Senin 9 Januari 2017.

“Jangan sampai listrik padam saat upacara berlangsung, seperti tiga tahun lalu. Jadi, harus betul-betul diperhatikan,” kata Gubernur Awang Faroek ketika memimpin rapat finalisasi upacara peringatan HUT ke-60 Provinsi Kaltim di Ruang Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/1).

Masalah ini harus dikoordinasikan sehingga penyelenggaraan puncak peringatan HUT ke-60 Provinsi Kaltim berlangsung hikmad. Penanganan listrik diharapkan bukan hanya menggunakan jaringan PLN tetapi harus pula disiapkan genset.

“Kita tidak ingin penyelenggaraan ini kurang baik gara-gara listrik padam,” jelasnya.

Dari hasil rapat tersebut, puncak HUT juga dirangkai dengan hiburan tarian yang diikuti jajaran Pemprov Kaltim dan sejumlah pelajar di Samarinda. Kemudian, penyerahan panji-panji keberhasilan sebanyak 50 panji keberhasilan.

Selain itu, upacara juga dirangkai dengan launching e-Samsat dan dan i-kaltim. Rapat diikuti para Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim.

Masyarakat Diminta Berkorban Untuk Penataan Kota

SAMARINDA - Menyukseskan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di Kaltim, khususnya di Ibukota Provinsi, Samarinda. Terutama mengenai penanganan banjir. Hal itu, diharapkan adanya peran masyarakat untuk membantu pemerintah. Contohnya, masyarakat diminta untuk berkorban dalam penataan kota maupun kabupaten, khususnya di Samarinda.

Penegasan ini disampaikan Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi saat menghadiri acara tutup tahun 2016 dan doa bersama di di Pendopo Lamin Etam. “Persoalan banjir memang sudah beberapa tahun menjadi perhatian Pemprov Kaltim. Khususnya yang terjadi di Samarinda. Bahkan sejak lima tahun lalu Pemprov memiliki program prioritas untuk mengatasi hal itu,” kata Rusmadi,  akhir pekan lalu.

Program tersebut memang menjadi prioritas pemerintah daerah. Namun demikian, tanpa dukungan masyarakat tentu program ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik. Contoh, terkait masalah pembebasan lahan serta masih banyaknya pedagang maupun pengusaha yang menjalankan usaha mereka di atas jalur drainase yang dibangun pemerintah.

Karena itu, hal ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Daerah. Mendukung dan menyukseskan program tersebut, Rusmadi mengajak masyarakat agar bersama merefleksi diri, apa yang akan dilakukan pada tahun selanjutnya.

“Sebaik apapun program yang dibangun pemerintah daerah, baik Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, jika tidak didukung masyarakat tentu tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, kita meminta masyarakat dapat berkorban menangani permasalahan ini. Misalnya, jika ada lahan yang harus digunakan untuk pembangunan drainase, diminta masyarakat mendukung,” jelasnya

Logo dan Tema HUT Ke 60 Provinsi Kalimantan Timur

60 TAHUN kaltim

Peringatan HUT ke-60 Provinsi Kaltim

SAMARINDA- Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta kepada seluruh SKPD di lingkup Pemprov Kaltim terlibat dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun HUT ke-60 Provinsi Kaltim pada 9 Januari 2017 yang akan datang.

“Walaupun pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, diharapkan semua dinas, instansi dan lembaga untuk bersama-sama ikut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan HUT ke-60 Provinsi Kaltim,” pinta Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat memimpin rapat persiapan di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (13/10).

“Setiap SKPD harus bisa menjadi salah satu kepanitian dalam berbagai kegiatan lomba, dalam memeriahkan peringatan HUT Provinsi Kaltim dan tentunya disesuaikan dengan bidang SKPD yang bersangkutan, misalnya Dinas Pemuda dan Olahraga(Dispora) Kaltim menjadi panitia berbagai cabang olahraga,” ujarnya.

 Awang Faroek berpesan, kegiatan dalam memeriahkan HUT Provinsi Kaltim, tidak harus dilakukan pada bulan Januari 2017, tetapi kegiatannya sudah bisa dilakukan sekarang, seperti pada rangkaian kegiatan Kaltim Bershalawat yang merupakan kerjasama Pemprov dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim  yang menghadirkan Majelis Ahbaabut Musthofa  Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf,  yang akan digelar Stadion Madya Sempaja Samarinda pada Kamis (20/10).

“Kaltim Bershalawat adalah rangkaian awal peringatan HUT Provinsi Kaltim ke-60, setelah itu boleh dilakukan berbagai kegaiatan lainnya, baik lomba olahraga tradisional,  gowes spektakuler, gerak jalan sehat, pasar murah, pameran pembangunan maupun kegiatan lainnya,” kata Awang.

Peringatan HUT Provinsi Kaltim ke-60 mendatang, Awang Faroek menginginkan agar kegiatanya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim baik itu dalam kegiatan  lomba berbagai cabang olahraga, maupun kegiatan sosial lainnya, misalnya bhakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan, kemudian   operasi bibir sumbing dan operasi katarak secara gratis.

“Peringatan HUT Provinsi Kaltim harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim yang ditandai dengan berbagai lomba maupun kegiatan bhakti sosial lainnya, oleh karena itu harus dilaksanakan semeriah mungkin meskipun dengan kesederhaaan,” kata Awang Faroek